Timnas Argentina terus menunjukkan dominasi mereka dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026. Sang juara bertahan telah mencatatkan enam kemenangan beruntun dalam rangkaian laga persahabatan internasional menjelang turnamen akbar musim panas ini. Yang terbaru, Albiceleste menaklukkan Honduras dengan skor 2-0 pada Minggu (7/6/2026), bahkan tanpa kehadiran Lionel Messi di lapangan.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan konsistensi Argentina sebagai salah satu kekuatan utama yang akan menjadi favorit di Piala Dunia 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — dengan format 48 tim peserta.
Lautaro Martinez Jadi Motor Serangan
Pada laga melawan Honduras di Stadion Toyota, Lautaro Martinez kembali menunjukkan tajinya sebagai ujung tombak utama Argentina. Penyerang Inter Milan itu tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga menyumbang satu assist, menjadikannya pemain paling berpengaruh di lini depan Albiceleste pada malam tersebut.
Gol pembuka Argentina datang melalui kerja sama apik yang melibatkan Lautaro sebagai penyelesai akhir. Assist yang ia berikan kemudian memperkaya catatan statistiknya dalam laga ini, membuktikan bahwa ia bukan sekadar pencetak gol melainkan juga kreator peluang bagi rekan-rekannya.
Sementara itu, Giovanni Simeone juga turut andil dalam kemenangan ini. Putra legenda Argentina Diego Simeone itu memberikan kontribusi penting di lini serangan, melengkapi peran Lautaro yang menjadi pusat perhatian. Kolaborasi kedua penyerang ini memberi sinyal positif bagi pelatih mengenai kedalaman skuad yang dimiliki Argentina menjelang Piala Dunia.
Tanpa Messi, Argentina Tetap Dominan
Ketiadaan Lionel Messi dalam laga melawan Honduras sejatinya menjadi sorotan utama. Kapten Argentina itu memang tidak diturunkan dalam setiap laga persahabatan, terutama yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Namun absennya pemain delapan kali peraih Ballon d’Or itu tidak membuat Argentina kehilangan identitas permainan mereka.
Tim asuhan Lionel Scaloni tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit awal. Penguasaan bola yang dominan, pressing tinggi, dan transisi cepat menjadi senjata utama yang membuat Honduras kesulitan membangun serangan balik. Argentina tampil percaya diri meski tanpa bintang terbesar mereka, sebuah indikator bahwa skuad Albiceleste memiliki kedalaman yang memadai untuk turnamen besar.
Performa tanpa Messi ini menjadi pesan jelas bagi para pesaing Argentina di Piala Dunia 2026. Bahwa kekuatan Albiceleste tidak bergantung pada satu individu semata, melainkan pada sistem kolektif yang telah dibangun selama bertahun-tahun di bawah Scaloni.
Pertandingan Bersejarah di Auburn
Selain hasil positif di atas lapangan, Argentina juga tengah mempersiapkan diri untuk laga persahabatan berikutnya yang sarat makna. Albiceleste dijadwalkan menghadapi Islandia pada Selasa (9/6/2026) di Stadion Jordan-Hare, Auburn, Alabama. Pertandingan ini diperkirakan akan menjadi laga sepak bola dengan penonton terbanyak dalam sejarah negara bagian Alabama.
Stadion Jordan-Hare yang biasanya menjadi kandang tim football Auburn Tigers ini akan disulap menjadi arena sepak bola untuk satu malam. Kapasitas stadion yang mencapai lebih dari 87.000 tempat duduk menjadikannya venue yang tepat untuk menjajaki potensi pasar sepak bola di Amerika Serikat bagian selatan, khususnya mengingat Piala Dunia 2026 akan banyak digelar di berbagai kota di AS.
Bagi komunitas sepak bola Auburn dan sekitarnya, kehadiran Argentina membawa dampak tersendiri. Antusiasme warga lokal terhadap pertandingan ini terlihat dari tingginya permintaan tiket yang dilaporkan oleh berbagai media setempat. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola internasional semakin diminati di Amerika Serikat, sejalan dengan pertumbuhan popularitas olahraga ini secara global.
Reuni dengan Islandia
Pertemuan Argentina dengan Islandia kali ini membawa nuansa khusus bagi kedua tim. Islandia dikenal luas setelah penampilan mengejutkan mereka di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018. Tim berjulukan To’lkri’ur itu selalu tampil gigih meski secara populasi merupakan negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.
Bagi Argentina, laga melawan Islandia menjadi ujian berbeda dibandingkan Honduras. Gaya permainan Islandia yang mengandalkan soliditas pertahanan dan bola-bola mati akan menguji kreativitas lini serang Albiceleste. Scaloni kemungkinan besar akan menggunakan pertandingan ini untuk mengevaluasi variasi taktik dan memberikan menit bermain bagi pemain-pemain yang membutuhkan jam terbang.
Rekor Sempurna sebagai Modal
Enam kemenangan beruntun dalam laga persiapan bukanlah pencapaian yang bisa diremehkan. Argentina berhasil mempertahankan standar tinggi mereka sejak menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Konsistensi ini dibangun melalui regenerasi pemain yang terencana dan sistem permainan yang telah matang di bawah arahan Scaloni.
Lionel Scaloni sebagai arsitek taktik berhasil menjaga motivasi dan fokus skuadnya meskipun tantangan di Piala Dunia 2026 diprediksi jauh lebih berat. Kompetisi dengan 48 tim意味着 lebih banyak pertandingan dan potensi kejutan yang lebih besar. Namun rekor sempurna dalam persiapan ini memberikan fondasi mental yang kuat bagi Argentina.
Dengan formasi yang semakin solid dan kedalaman skuad yang teruji, Argentina berangkat ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi. Baik laga melawan Honduras yang sudah lewat maupun pertemuan dengan Islandia di Auburn menjadi batu loncatan penting menuju misi mempertahankan mahkota juara dunia yang akan dimulai dalam hitungan minggu ke depan.
Referensi: USA Today, WSFA, AL.com, bola.kompas.com




