Karachi – Sebuah pesawat kargo Boeing 737-400 milik maskapai Pakistan, K2 Airways, hilang kontak di atas Laut Arab pada Selasa malam waktu setempat. Pesawat yang mengangkut lima awak tersebut terakhir terpantau radar saat sedang dalam penurunan cepat menjelang jadwal pendaratan di Bandara Internasional Jinnah, Karachi.
Insiden ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) berskala besar di perairan lepas pantai selatan Pakistan. Otoritas penerbangan sipil Pakistan telah mengonfirmasi hilangnya komunikasi dengan penerbangan bernomor KTA1732 tersebut dan segera mengoordinasikan upaya pencarian bersama angkatan laut serta lembaga maritim terkait.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dirilis otoritas bandara Pakistan, pesawat berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dengan tujuan akhir Karachi. Penerbangan berjalan normal hingga memasuki fase akhir pendekatan menuju bandara tujuan.
Pada pukul 21.21 waktu lokal Pakistan (16.21 GMT), pesawat tercatat mengalami penurunan ketinggian secara drastis. Hanya beberapa saat setelah anomali tersebut terdeteksi, sinyal transponder pesawat berhenti memancar dan kontak radio dengan pengendali lalu lintas udara terputus sepenuhnya.
Platform pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa posisi terakhir pesawat berada sekitar 155 mil laut dari pantai Karachi, di kawasan perairan Laut Arab yang relatif dalam. Sinyal ADS-B terakhir menunjukkan pesawat sedang dalam kondisi descent rate yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya situasi darurat di kokpit.
Identitas Pesawat dan Awak
Pesawat yang terlibat adalah Boeing 737-400 versi freighter (kargo), terdaftar dengan bendera Pakistan. Seri 737-400 merupakan varian generasi klasik dari keluarga 737 yang pertama kali diproduksi pada akhir 1980-an dan banyak digunakan untuk misi kargo setelah dikonversi dari konfigurasi penumpang.
Lima orang awak berada di dalam pesawat saat kontak terputus, terdiri dari pilot, kopilot, serta kru pendukung. Identitas lengkap para awak belum dipublikasikan oleh pihak maskapai maupun otoritas berwenang Pakistan. Keluarga para awak dikabarkan telah diberitahu dan sedang dalam proses koordinasi dengan pihak berwajib.
Upaya Pencarian Diluncurkan
Operasi pencarian segera dikerahkan setelah pesawat gagal mendarat sesuai jadwal. Angkatan Laut Pakistan menerbitkan kapal patroli ke area perkiraan posisi terakhir pesawat, sementara helikopter pencarian dari coast guard melakukan penyisiran udara sejak dini hari.
Koordinator SAR Pakistan menyatakan bahwa area pencarian mencakup radius puluhan mil laut dari titik kontak terakhir. Kondisi cuaca di kawasan tersebut dilaporkan relatif baik pada malam kejadian, namun arus laut dan kedalaman perairan menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Beberapa negara tetangga dan organisasi maritim internasional turut menawarkan bantuan koordinasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai puing-puing pesawat, beacon locator, atau tanda-tanda keberadaan para awak yang ditemukan.
Indikasi Gangguan Sistem
Beberapa laporan awal menyebutkan bahwa sebelum hilang kontak, kru pesawat dilaporkan mengalami gangguan sistem. Detail mengenai jenis gangguan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, namun pola penurunan cepat yang tercatat radar konsisten dengan skenario kegagalan instrumen atau masalah teknis mendadak di ketinggian cruise.
Penyidik penerbangan nantinya akan memeriksa rekaman black box apabila ditemukan, beserta data maintenance record pesawat dan lisensi kru. Proses investigasi penuh biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga setahun untuk menghasilkan laporan akhir.
Rekaman Keselamatan Boeing 737 Klasik
Boeing 737 seri klasik (-300, -400, -500) secara umum memiliki rekaman keselamatan yang memadai setelah puluhan tahun beroperasi. Namun, banyak unit yang telah berusia lebih dari 30 tahun kini beralih fungsi menjadi pesawat kargo, di mana siklus tekanan dan penerbangan pendek menambah beban struktural pada airframe.
Insiden ini menjadi perhatian global karena melibatkan pesawat Boeing di kawasan yang secara geografis dekat dengan wilayah konflik Timur Tengah. Meski belum ada indikasi keterlibatan faktor eksternal, otoritas penerbangan internasional dipastikan akan mengawasi proses investigasi dengan ketat.
K2 Airways merupakan maskapai kargo relativamente baru berbasis di Pakistan. Maskapai ini mengoperasikan armada terbatas untuk rute-rute kargo regional di Asia Selatan dan Timur Tengah. Reputasi keselamatan dan riwayat maintenance maskapai akan menjadi bagian penting dalam proses investigasi selanjutnya.
Komunitas penerbangan internasional melalui berbagai platform pemantauan terus mengikuti perkembangan operasi pencarian. Dukungan dari organisasi seperti ICAO dan IATA diharapkan dapat memperkuat kapasitas pencarian di perairan terbuka yang menantang.
Referensi: Flightradar24, Tempo.co English, News.com.au, www.bloombergtechnoz.com

