HomeGeneralHarga Emas Antam Turun Rp20.000 ke Rp2,7 Juta, Logam Mulia Pegadaian Ikut...

Harga Emas Antam Turun Rp20.000 ke Rp2,7 Juta, Logam Mulia Pegadaian Ikut Melemah

Date:

Related stories

Fitbit Diskon Besar Jelang Prime Day, Saatnya Beli?

JAKARTA — Amazon kembali menggelar event belanja tahunan terbesar...

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Logam Mulia Pegadaian Kompak Tertekan

Harga logam mulia kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis,...

ASN Digital 2026: Pemerintah Genjot 3 Strategi Percepat Transformasi Birokrasi

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi...

AI Revolusi Cuaca Bukan Sesuatu yang Benar-Benar Baru

PendahuluanKecerdasan buatan atau AI kini hadir di mana-mana, mulai...

ASN Digital 2026: Polemik Blokir Layanan Sulbar Selesai, Sumenep Raih Penghargaan Nasional

Platform ASN Digital terus menjadi sorotan dalam ekosistem kepegawaian...
spot_imgspot_img

Harga Emas Antam 10 Juni 2026: Stabil di Level Tinggi, Buyback Turun Rp20.000 per Gram

Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat relatif stabil pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2026, setelah mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, harga pembelian kembali (buyback) mengalami penurunan, menandakan investor perlu lebih cermat dalam menentukan momentum transaksi.

Berdasarkan data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 09.30 WIB, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram dibanderol sebesar Rp2.822.000. Sementara itu, harga buyback ditetapkan di level Rp2.590.000 per gram, turun Rp20.000 dibandingkan sesi sebelumnya. Untuk pecahan besar, harga buyback 50 gram dan 100 gram tercatat di angka Rp2.585.000 per gram, sedangkan emas Antam edisi lama (retro) dihargai Rp2.360.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam per 10 Juni 2026

Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran pecahan:

Untuk pecahan kecil, emas 0,5 gram dihargai Rp1.406.500, emas 1 gram Rp2.713.000, emas 2 gram Rp5.366.000, dan emas 3 gram Rp8.024.000. Untuk pecahan menengah, emas 5 gram ditawarkan sebesar Rp13.340.000, emas 10 gram Rp26.625.000, dan emas 25 gram Rp66.437.000. Adapun untuk pecahan besar, emas 50 gram dibanderol Rp132.795.000, emas 100 gram Rp265.512.000, emas 250 gram Rp663.515.000, emas 500 gram Rp1.326.820.000, dan emas 1.000 gram mencapai Rp2.653.600.000.

Seluruh harga tersebut merupakan harga dasar (base price) dan belum termasuk pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 0,25 persen yang dikenakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk wilayah luar Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Makassar, terdapat tambahan biaya distribusi sebesar Rp20.000 per gram.

Emas Dunia Masih dalam Fase Konsolidasi

Di pasar global, harga emas spot (XAU/USD) pada Kamis, 11 Juni 2026, tercatat di sekitar USD4.083 per troy ounce. Angka ini mencerminkan koreksi signifikan dari rekor tertingginya yang mencapai USD5.597 per ounce pada awal tahun 2026. Sejak awal tahun, logam mulia ini telah memasuki fase konsolidasi multi-bulan dengan rentang pergerakan antara USD4.220 hingga USD4.855 per ounce.

Penurunan dari level puncak tersebut dipicu oleh beberapa faktor simultan. Pertama, penguatan indeks dolar AS (DXY) membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik pembeliannya. Kedua, data inflasi AS bulan April yang melampaui ekspektasi — dengan headline CPI naik 3,8% secara tahunan, laju tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir — membuat pasar meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve, yang secara historis cenderung melemahkan permintaan emas.

Geopolitik dan Peran Bank Sentral

Kendati mengalami koreksi, fundamental emas tetap kuat ditopang oleh faktor geopolitik. Gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung lebih dari enam minggu masih menjadi sorotan utama pasar. President AS Donald Trump tengah mempertimbangkan proposal perpanjangan kesepakatan tersebut, sementara kapal-kapal tanker telah diizinkan melintasi Selat Hormuz — jalur strategis bagi pasokan energi global. Ketidakpastian kelanjutan kesepakatan ini menjaga sentimen safe-haven tetap hidup.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral dunia mencapai level rekor sepanjang 2025-2026, dengan Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China) sebagai akumulator terbesar. Tren dedolarisasi yang dilakukan sejumlah negara emerging mendorong peningkatan cadangan devisa dalam bentuk emas, menciptakan permintaan struktural yang stabil di atas 4.000 ton per tahun.

Faktor lain yang menopang harga adalah stagnansi produksi tambang emas global yang hanya tumbuh 1-2 persen annually. Fenomena yang disebut para analis sebagai scarcity loop ini memastikan bahwa pasokan baru tidak mampu mengimbangi permintaan, sehingga menjaga harga tetap pada tren jangka panjang yang bullish.

Level Teknikal yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi analisis teknikal, para trader memantau level resistensi kunci di sekitar USD4.400 dan USD4.750 per ounce. Penembusan dan penutupan di atas USD4.750 akan membuka jalan bagi reli lanjutan menuju rekor tertinggi sepanjang masa. Sebaliknya, level support kuat berada di USD4.220, yang telah diuji berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir. Penutupan mingguan di bawah level tersebut akan membatalkan skenario bullish jangka pendek.

Sementara itu, harga perak internasional (XAG/USD) juga menunjukkan performa kuat di level USD87,96 per ounce, dengan prediksi sejumlah analis bahwa logam putih ini berpotensi menembus USD100 per ounce pada kuartal keempat 2026. Kenaikan harga perak turut memberi dukungan psikologis terhadap pasar logam mulia secara keseluruhan.

Dampak bagi Investor Lokal

Bagi investor ritel di Indonesia, kondisi saat ini memberikan sinyal campuran. Di satu sisi, harga emas Antam masih berada di level tinggi yang menguntungkan bagi mereka yang telah mengakumulasi posisi sejak tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, selisih antara harga beli dan buyback yang mencapai Rp232.000 per gram (sekitar 8,2 persen)意味着 investor membutuhkan kenaikan harga minimal sebesar itu sebelum bisa meraup keuntungan.

Para analis merekomendasikan strategi dollar-cost averaging (DCA) — yaitu mencicil pembelian secara rutin tanpa mencoba menebak timing pasar — sebagai pendekatan paling prudent di tengah volatilitas. Emas tetap relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap inflasi, terlebih dengan ketidakpastian ekonomi global yang masih membayang.

Produsen emas batangan Antam juga terus berinovasi dengan teknologi CertiEye yang memungkinkan verifikasi keaslian produk melalui aplikasi smartphone. Seluruh produk emas Antam telah mengantongi sertifikasi Responsible Gold dari London Bullion Market Association (LBMA), yang menjamin bahwa emas berasal dari sumber yang terbebas dari penambangan ilegal, pencucian uang, terorisme, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Sebagai penutup, pergerakan harga emas Antam ke depan akan sangat ditentukan oleh keputusan The Fed terkait suku bunga, perkembangan negosiasi geopolitik AS-Iran, serta kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ketiga faktor tersebut sembari menjaga portofolio yang terdiversifikasi dan proporsional terhadap profil risiko masing-masing.

Editor: Redaksi

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here