HomeGeneralPresiden Jerman Steinmeier Temui Prabowo, Bahas IEU-CEPA hingga Kerja Sama Pertahanan

Presiden Jerman Steinmeier Temui Prabowo, Bahas IEU-CEPA hingga Kerja Sama Pertahanan

Date:

Related stories

NBA Finals: Comeback 29 Poin, Knicks Menang Dramatis atas Spurs

Final NBA 2026 menyajikan drama yang tidak terlupakan pada...

Haiti vs Skotlandia: Laga Bersejarah di Pembukaan Grup C Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 resmi bergulir setelah lama dinantikan penggemar...

Setelah 30 Tahun, Crypto Mom Hester Peirce Pamit dari SEC

Komisioner Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, Hester...

Harga Emas Antam Pecahkan Rekor, Tembus Rp2,64 Juta per Gram

Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Sejarah, Tembus Rp2,64 Juta...

Interview Macon Blair: Kisah di Balik Reboot The Toxic Avenger

Reboot The Toxic Avenger: Macon Blair Hadirkan Kembali Ikon...
spot_imgspot_img

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan tiba di Jakarta pada 15 Juni 2026 untuk serangkaian pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kunjungan kenegaraan ini membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari percepatan perundingan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) hingga penguatan kerja sama pertahanan dan industri militer antara kedua negara.

Kedutaan Besar Jerman di Jakarta mengonfirmasi bahwa kunjungan Steinmeier merupakan bagian dari upaya diplomasi ekonomi Berlin untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia sebagai ekonomi terbesar di kawasan. Kedua pemimpin dijadwalkan menggelar pertemuan tertutup di Istana Negara sebelum merilis pernyataan pers bersama.

IEU-CEPA: Perjanjian Dagang yang Dinanti

Salah satu topik sentral dalam pertemuan tersebut adalah percepatan negosiasi IEU-CEPA yang telah berlangsung sejak 2016. Perjanjian ini dianggap sebagai instrumen vital untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas ekspor Indonesia ke Uni Eropa, sekaligus menarik investasi Jerman ke sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, infrastruktur, dan ekonomi digital.

Pihak Jerman reportedly mendorong adanya klausul perlindungan lingkungan dan standar keberlanjutan yang lebih ketat dalam perjanjian tersebut. Sementara itu, delegasi Indonesia diperkirakan akan menekankan perlunya perlakuan khusus untuk produk-produk unggulan nasional, termasuk kelapa sawit berkelanjutan, produk perikanan, serta barang manufaktur ringan. Kedua pihak optimistis bahwa kunjungan Steinmeier dapat memberikan dorongan politik yang diperlukan untuk menyelesaikan putaran negosiasi yang tersisa.

Seorang pejabat Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa kesepakatan IEU-CEPA yang komprehensif berpotensi meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga 30 persen dalam lima tahun ke depan. Jerman sendiri merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di Uni Eropa dengan total perdagangan kedua negara mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Selain agenda ekonomi, pertemuan Prabowo dan Steinmeier juga menyoroti kerja sama di sektor pertahanan. Kedua negara telah menjajaki sejumlah program kolaborasi, termasuk pengadaan peralatan militer, alih teknologi pertahanan, serta pertukaran pelatihan antar personel angkatan bersenjata.

Delegasi Jerman membawa proposal terkait program pendidikan dan pelatihan militer bersama yang dapat diikuti oleh perwira TNI. Program ini mencakup pelatihan taktis, operasi gabungan, serta pertukaran pengetahuan dalam bidang siber dan intelijen pertahanan. Kedua pihak juga mendiskusikan kemungkinan joint venture di bidang industri pertahanan, termasuk produksi komponen kendaraan tempur dan sistem komunikasi militer.

Kerja sama pertahanan Jerman-Indonesia bukanlah hal baru. Berlin telah menjadi salah satu pemasok utama peralatan militer untuk Jakarta sejak era 1990-an, termasuk kapal selam kelas Chang Bogo dan sistem pertahanan udara. Namun, kunjungan Steinmeier kali ini diharapkan dapat memperluas cakupan kerja sama ke area-area yang lebih maju seperti teknologi drone dan sistem pertahanan siber.

Proyek FCAS dan Industri Pertahanan Jerman

Kunjungan Steinmeier berlangsung di tengah dinamika industri pertahanan Jerman yang sedang mengalami restrukturisasi signifikan. Program Future Combat Air System (FCAS), proyek jet tempur bersama dengan Prancis dan Spanyol, resmi menemui jalan buntu setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan mengenai pembagian kerja dan hak kekayaan intelektual.

Sebagai respons, pemerintah Jerman kini mempertimbangkan pengembangan jet tempur secara mandiri melalui kerja sama dengan Airbus Defence and Space. Opsi ini dinilai lebih realistis dalam jangka pendek, meskipun membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Berlin mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar 82 miliar euro melalui dana khusus Bundeswehr untuk modernisasi alutsista dalam lima tahun ke depan.

Kegagalan FCAS membuka peluang baru bagi negara-negara mitra, termasuk Indonesia, untuk terlibat dalam proyek pertahanan generasi berikutnya yang digagas Jerman. Para pengamat menilai bahwa kolaborasi di bidang riset dan pengembangan teknologi pertahanan bisa menjadi salah satu deliverables konkret dari pertemuan Prabowo-Steinmeier.

Antusiasme Piala Dunia 2026

Di luar agenda diplomatik yang serius, kunjungan Steinmeier turut diwarnai suasana antusias menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang saat ini sedang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Timnas Jerman, yang tergabung dalam Grup D bersama Ekuador, Pantai Gading, dan Curaçao, akan memulai kampanye mereka pada laga perdana melawan Curaçao di Houston, Texas.

Die Mannschaft bertekad menebus kegagalan di dua edisi Piala Dunia terakhir. Pada 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar, Jerman tersingkir di fase grup — sebuah hasil yang mengecewakan bagi negara dengan empat gelar juara dunia. Pelatih Julian Nagelsmann menegaskan bahwa target minimal kali ini adalah lolos ke babak knockout, sementara para pemain menegaskan komitmen untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Tiket laga perdana Jerman vs Curaçao di NRG Stadium Houston menjadi salah satu yang paling diminati, dengan harga rata-rata tiket resale menembus 800 dolar AS. Sementara itu, sejumlah kebun binatang di Jerman turut memeriahkan gelaran Piala Dunia dengan mengadakan prediksi hasil pertandingan menggunakan hewan-hewan sebagai “peramal”, mengikuti tradisi Paul si Gurita pada Piala Dunia 2010.

Kunjungan Steinmeier ke Jakarta diharapkan menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret yang akan dituangkan dalam komunike bersama setelah pertemuan bilateral selesai. Kedua pihak dijadwalkan menggelar konferensi pers pada sore hari waktu setempat untuk mengumumkan hasil-hasil utama dari pembicaraan mereka.

Referensi: Houston Chronicle, USA Today, Reuters, wartaekonomi.co.id

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here