Vaping semakin populer sebagai alternatif rokok konvensional, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaping memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan, terutama pada fungsi paru-paru dan kardiovaskular.
Temuan Utama
Sebuah studi tahun 2026 yang melibatkan 75 orang dewasa sehat (usia 18-30 tahun) membagi peserta menjadi tiga kelompok: perokok yang tidak pernah vaping, vaper yang tidak pernah merokok, dan kelompok kontrol yang tidak merokok atau vaping.
Hasil Penelitian:
- Penurunan kapasitas olahraga: Baik perokok maupun vaper mengalami penurunan toleransi olahraga sekitar 15% dibandingkan dengan kelompok kontrol
- Kapasitas paru-paru berkurang: Penurunan penyerapan oksigen dan ventilasi saat exercised
- Peningkatan laktat darah: Tanda bahwa otot tidak mendapat cukup oksigen selama aktivitas fisik
- Fungsi pembuluh darah menurun: Flow-mediated dilatation (FMD) lebih rendah pada vaper dan perokok
Fakta Mengejutkan
- 30% orang dewasa yang vaping tidak pernah menggunakan produk tembakau lain
- Pada usia 18-24 tahun, angka ini mencapai 61,4%
- Satu vape pen bisa mengandung nikotin setara dengan 20 batang rokok
- Industri vape secara spesifik menargetkan pengguna muda dengan produk beraroma dan kampanye influencer
Kandungan Vape
Uap dari vape bukan sekadar uap air. Vape memanaskan cairan menjadi aerosol yang biasanya mengandung:
- Nikotin (sangat adiktif, terutama bagi otak remaja)
- Propilen glikol
- Gliserin nabati
- Perisa buatan
Saat dipanaskan, bahan-bahan ini terurai menjadi logam berat, karsinogen, dan senyawa organik volatil yang menyebabkan peradangan.
Risiko Kesehatan
Meskipun vaping mungkin lebih aman daripada merokok, bukan berarti aman:
- Beberapa karsinogen tetap ada dalam uap vape
- Bukti peningkatan risiko kanker paru-paru dan penanda kanker pada vaper muda
- Kombinasi vaping dan merokok memiliki risiko kanker yang lebih tinggi daripada merokok saja
- Efek kardiovaskular dan paru-paru yang mirip dengan rokok konvensional
Konteks Indonesia
Dengan semakin populernya rokok elektrik di kalangan remaja Indonesia, temuan ini menjadi peringatan serius. FDA AS telah menyetujui 45 produk vaping, termasuk produk beraroma buah yang menarik bagi pengguna muda pada Mei 2026.
Rekomendasi
Para ahli mendesak regulasi yang lebih komprehensif:
- Larangan produk beraroma yang menarik bagi anak-anak
- Larangan semua iklan yang ditargetkan pada remaja, termasuk kampanye influencer
- Peningkatan penelitian jangka panjang tentang dampak kesehatan vaping
Catatan: Artikel ini berdasarkan penelitian ilmiah yang dipublikasikan di European Respiratory Journal (April 2026) dan data dari CDC AS.

