DJI Osmo Pocket 4P: Revolusi Dual Lensa di Bodi Saku
Festival Film Cannes 2026 bukan hanya soal film-film layar lebar. Di antara premiere dan red carpet, DJI membuat pengumuman yang membuat banyak content creator terpukau: Osmo Pocket 4P, kamera gimbal compact pertama dengan dual lensa.
Pengumuman ini datang hanya sebulan setelah peluncuran Osmo Pocket 4 standar — yang langsung mendapat review positif dengan skor 8/10 dari The Verge. Sekarang, DJI menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti di situ.
Dua Lensa, Satu Bodi: Ultrawide + Telephoto
Osmo Pocket 4P memadukan dua lensa dalam satu bodi yang tetap compact: lensa ultrawide untuk vlogging dan landscape, serta lensa telephoto dengan optical zoom untuk close-up dan detail shot. Kombinasi ini sebelumnya hanya tersedia di kamera yang jauh lebih besar dan mahal.
Untuk vlogger Indonesia yang terbiasa membawa kamera utama plus lensa tambahan, Pocket 4P menawarkan solusi all-in-one yang jauh lebih ringkas. Tinggal putar atau switch antara lensa, tanpa perlu bongkar pasang lensa di tengah jalan.
HDR 10-bit D-Log2: Format Sinema di Tangan Anda
Yang membuat Pocket 4P menarik bagi filmmaker serius: dukungan format HDR 10-bit D-Log2. Ini adalah format logaritmik yang digunakan sinematografer profesional untuk merekam dynamic range maksimal, memberikan fleksibilitas luas saat color grading di post-production.
Sebelumnya, format semacam ini hanya tersedia di kamera mirrorless atau DSLR semi-profesional — dengan harga jutaan rupiah dan bobot berkilo-kilo. Pocket 4P membawa kemampuan itu ke bodi seukuran remote control TV.
Osmo Pocket 4: Fondasi yang Sudah Terbukti
Untuk memahami Pocket 4P, perlu melihat apa yang dibawa versi standarnya. Osmo Pocket 4 mendapat review sangat positif dari The Verge (skor 8/10) dengan beberapa upgrade signifikan dari generasi sebelumnya:
Sensor 1-inch yang di-overhaul: Meski tetap menggunakan ukuran sensor 1-inch seperti Pocket 3, DJI meningkatkan resolusi foto menjadi 37 megapixels — melonjak dari 9.4MP di Pocket 3. Dynamic range naik dari 12 stop menjadi 14 stop, dan batas ISO low-light melonjak dua kali lipat menjadi 25.600.
Slow Motion 4K 240fps: Upgrade paling mencolok — Pocket 4 bisa merekam 4K pada 240fps, dua kali lipat kemampuan Pocket 3 (120fps). Kualitas slow-motion ini setara dengan regular shooting, meski ada sedikit penurunan dynamic range di area langit yang terlalu terang.
Penyimpanan Internal 107GB: Untuk pertama kalinya, Osmo Pocket punya internal storage. The Verge mencatat bahwa 40 menit rekaman 4K 60fps hanya mengonsumsi sekitar 20GB. Artinya, 107GB cukup untuk beberapa jam shooting tanpa perlu microSD card — meski slot SD tetap ada.
Bateri Tahan Seharian: DJI mengklaim 240 menit penggunaan (berdasarkan testing 1080p 24fps dengan Wi-Fi dan layar mati). Dalam testing The Verge, mereka mendapat sekitar satu jam rekaman intensif 4K 60fps dengan sisa baterai 25%.
Dua Tombol Baru: Tombol shortcut untuk zoom dan tombol customizable (bisa di-set untuk satu, dua, atau tiga kali tekan). Meski navigasi touchscreen 2-inch masih terasa agak “fiddly,” tambahan tombol ini membantu mengurangi ketergantungan pada menu.
Ekosistem AI: Sejalan dengan perkembangan AI seperti SIMA 2: Agen AI yang Main, Bernalar, & Belajar, DJI semakin mengintegrasikan kemampuan cerdas ke dalam perangkat creator mereka.
Harga dan Ketersediaan
Osmo Pocket 4 tersedia dalam tiga bundle:
- Essential Combo: £429 / €479 (~Rp 8,5 juta) — kamera, pouch, dan handle dengan thread tripod
- Standard Combo: £445 / €499 (~Rp 8,8 juta) — ditambah wrist strap dan gimbal clamp
- Creator Combo: £549 / €619 (~Rp 10,9 juta) — ditambah DJI Mic 3, fill light, tripod, wide-angle lens, dan carrying bag
Untuk Osmo Pocket 4P, DJI belum mengumumkan harga maupun tanggal ketersediaan global — termasuk untuk pasar Indonesia. Pengumuman di Cannes lebih bersifat “ini ada, dan kami serius” daripada produk yang siap dibeli besok. Pola peluncuran ini mirip dengan Google Gempur Android Auto di I/O 2026 — announcement dulu, availability menyusul.
Masalah Regulasi di AS: Kapan Tersedia di Amerika?
Osmo Pocket 4 adalah Osmo Pocket pertama yang tidak diluncurkan di AS. DJI mengonfirmasi bahwa aplikasi otorisasi masih pending. Bahkan Xtra — perusahaan yang diduga merupakan shell company DJI dan menjual ulang Pocket 3 sebagai “Xtra Muse” — belum menunjukkan tanda-tanda Pocket 4 versi rebrand untuk pasar AS.
Ironisnya, Xtra sedang teasing peluncuran dual-lens steadicam di AS yang sangat mirip dengan leak Pocket 4P. Jadi mungkin Pocket 4P justru akan sampai di AS lebih dulu (melalui Xtra) daripada Pocket 4 standar. Situasi regulasi ini mengingatkan pada isu kemandirian teknologi di kawasan Asia, di mana pembatasan geopolitik mendorong inovasi lokal.
Kenapa Ini Penting untuk Content Creator Indonesia
Indonesia punya salah satu populasi content creator terbesar di dunia. Dari vlogger travel yang menjelajah Raja Ampat hingga food reviewer di Jakarta, kebutuhan akan kamera compact berkualitas tinggi sangat nyata.
Sebagai konteks, gaya hidup teknologi juga meluas — seperti Joanna Stern yang menjalani hidup sehari-hari dengan AI, content creator Indonesia pun semakin bergantung pada gadget yang powerful dan portable.
Osmo Pocket 4 dan 4P menawarkan sesuatu yang sulit didapat di kelas harga ini: gimbal stabilisasi bawaan yang excellent, kualitas gambar level semi-profesional, dan ukuran yang bisa masuk saku jaket. Untuk creator yang sering mobile, ini bukan sekadar gadget — ini tool produksi.
Tunggu pengumuman resmi DJI untuk ketersediaan di Indonesia. Biasanya, pasar Asia Tenggara mendapat distribusi resmi beberapa bulan setelah peluncuran global.




