HomeTeknologiPertarungan di Pengadilan: Saksi Kunci Beberkan Kisah Gelap di Balik Musk vs...

Pertarungan di Pengadilan: Saksi Kunci Beberkan Kisah Gelap di Balik Musk vs OpenAI

Date:

Related stories

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info Streaming

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info...

3 Grafik Bandingkan Misi Artemis dan Apollo

Lebih dari setengah abad setelah jejak pertama manusia mengukir...

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages Proses pembangunan situs web modern yang mengandalkan arsitektur static site generation sering kali menghadapi

Zoneless Angular Resmi, Performa Web Makin Cepat

Mengenal Zoneless Angular: Revolusi Performa Web Ekosistem pengembangan frontend global...
spot_imgspot_img

Pertarungan di Pengadilan: Saksi Kunci Beberkan Kisah Gelap di Balik Musk vs OpenAI

Pertarungan hukum antara Elon Musk dan OpenAI memasuki babak paling dramatis. Tiga saksi kunci — CEO Microsoft Satya Nadella, co-founder OpenAI Ilya Sutskever, dan ketua OpenAI Foundation Bret Taylor — memberikan kesaksian yang mengungkap dinamika internal organisasi AI paling berpengaruh di dunia.

Satya Nadella: “Aku Tidak Mau OpenAI Menjadi Microsoft, dan Aku Menjadi IBM”

CEO Microsoft Satya Nadella menjadi bintang utama di hari pertama persidangan minggu ini. Di bawah pemeriksaan langsung, Nadella menjelaskan bagaimana Microsoft berinvestasi besar-besaran di OpenAI sejak 2019, termasuk menyediakan layanan Azure senilai $60 juta dengan kontrak hanya $10 juta — sebuah kerugian yang “dihitung” untuk mengamankan akses ke teknologi AI terdepan.

Nadella juga mengungkap momen paling ikonik dari krisis OpenAI November 2023. Saat dewan OpenAI memecat Sam Altman secara mendadak, Nadella langsung bertindak. “Yang awalnya berupa sekelompok orang yang pergi, berubah menjadi mereka membahas pembuatan perusahaan baru. Itu sangat mengkhawatirkan bagi saya,” ujarnya. Microsoft segera menawarkan posisi kepada Altman dan Greg Brockman untuk bergabung dengan Microsoft — bukan karena ingin mengakuisisi OpenAI, tapi agar tim yang menciptakan teknologi tersebut tidak bubar.

Yang paling menarik, Nadella menjelaskan strategi “tiga lapis” Microsoft dalam hubungan dengan OpenAI: komputasi “di bawah” mereka, API “di sekitar” mereka, dan produk seperti Copilot “di atas” mereka. “Pertanyaannya adalah, apa yang terjadi jika OpenAI menghilang, apakah semuanya runtuh? Jadi saya mencoba meyakinkan semua orang,” katanya.

Kalimat yang paling viral datang dari email internal Nadella tahun 2022: “Aku tidak ingin menjadi IBM dan OpenAI menjadi Microsoft.” Nadella menjelaskan bahwa konteksnya adalah memastikan Microsoft mendapat manfaat dari hak kekayaan intelektual, bukan ambisi dominasi. “Dalam kasus Microsoft dan IBM, kami yang menjadi lebih menonjol dan penting,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh pengacara Musk.

Ilya Sutskever: “Membunuh Mimpi”

Kesaksian paling emosional datang dari Ilya Sutskever, co-founder dan mantan chief scientist OpenAI. Sutskever mengaku tidak nyaman dengan tuntutan kepemilikan besar yang diajukan Musk dalam negosiasi restrukturisasi.

“Saya merasa itu agresif karena saya tahu bahwa Tuan Musk memiliki banyak kewajiban lain di banyak perusahaan yang jauh lebih besar dari OpenAI,” kata Sutskever. Yang lebih keras, ia menolak proposal Musk agar Tesla mengakuisisi OpenAI: “Pada level tertentu, itu seperti membunuh mimpi. Ketika seseorang memulai perusahaan, seseorang memiliki mimpi agar perusahaan itu berkembang dan melakukan berbagai hal, dan secara umum diserap oleh perusahaan lain berarti melepaskan mimpi itu.”

Sutskever juga mengonfirmasi bahwa dewan OpenAI menggunakan frase “not consistently candid” (tidak secara konsisten jujur) dengan sangat hati-hati dalam pengumuman pemecatan Altman. Ia telah menyiapkan dokumentasi insiden involving Altman, termasuk pola berbohong dan mengadu domba eksekutif — yang menurutnya “mengarah pada kehilangan produktivitas yang luar biasa,” merusak kepercayaan, dan menyulitkan penciptaan AGI yang aman.

Bret Taylor: “OpenAI Jelas Tidak Profitable”

Bret Taylor, ketua OpenAI Foundation dan mantan CEO Salesforce serta ketua dewan Twitter saat diakuisisi Musk, menjadi saksi pertama yang dipanggil OpenAI. Kesaksiannya memberikan gambaran finansial yang jujur tentang keadaan perusahaan.

“OpenAI jelas tidak profitable,” ujar Taylor dengan lugas. “Kami jelas tidak cash-flow-positive saat ini.” Perusahaan belum menghasilkan profit sama sekali hingga saat ini.

Taylor juga menyoroti “ketegangan besar” antara perusahaan LLM dan apa yang ia sebut “perusahaan konten” — mengacu pada masalah hak cipta yang melanda industri AI. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan OpenAI dengan Reddit dilakukan untuk menghindari litigasi, bukan karena model bisnis yang ideal.

Perkembangan Lain: OpenAI Bentuk Perusahaan Deployment Senilai $14 Miliar

Di luar persidangan, OpenAI mengumumkan peluncuran OpenAI Deployment Company — entitas baru senilai $14 miliar yang akan membantu bisnis membangun, menguji, dan menerapkan sistem AI yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Perusahaan baru ini menerima investasi $4 miliar dan memiliki valuasi pra-uang sebesar $10 miliar, menurut Axios.

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun masih belum profitable, OpenAI terus memperluas operasi enterprise-nya secara agresif — sebuah strategi yang mungkin akan menjadi fokus persidangan di hari-hari mendatang.

Apa Selanjutnya untuk Indonesia?

Pertarungan hukum ini memiliki implikasi penting bagi ekosistem AI Indonesia. Jika Musk berhasil mendapatkan kendali atas OpenAI — atau jika perusahaan dipaksa menjadi nonprofit murni — arah pengembangan AI global bisa berubah drastis. Startup AI Indonesia yang bergantung pada API OpenAI perlu memperhatikan outcome persidangan ini.

Sementara itu, peluncuran OpenAI Deployment Company membuka peluang baru bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengadopsi AI enterprise secara custom. Dengan valuasi $14 miliar, entitas ini kemungkinan akan menjadi pemain besar di pasar AI B2B global.

Persidangan Musk v. OpenAI diperkirakan berlanjut minggu ini. Saksi-saksi berikutnya kemungkinan akan mengungkap lebih banyak detail tentang negosiasi internal yang membentuk masa depan industri AI.

Sumber

  • The Verge — Kesaksian Satya Nadella di persidangan Musk vs OpenAI
  • Axios — OpenAI Launches $14 Billion Deployment Company
  • OpenAI Blog — Update perusahaan Deployment

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here