HomeTrading & KriptoAndrew Tate Rugi Rp1,4 Miliar Gegara Short Bitcoin

Andrew Tate Rugi Rp1,4 Miliar Gegara Short Bitcoin

Date:

Related stories

10 Muharram 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1448 H

Pertanyaan mengenai kapan 10 Muharram 2026 atau Hari Asyura...

Saham SpaceX Anjuk Lagi, Kalah dari Amazon di Valuasi Pasar

Perfect! Artikel sudah siap dengan 937 kata. Berikut artikel...

Trailer Kedua Spider-Man Brand New Day Resmi Rilis

Trailer Kedua Spider-Man Brand New Day Resmi Rilis LOS ANGELES,...

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Punya Air yang Tak Ada di Tata Surya

Teleskop luar angkasa James Webb berhasil mendeteksi komposisi air...

Google Resmi Luncurkan Antigravity 2.0

Both source pages are JavaScript-rendered SPAs returning minimal content....
spot_imgspot_img

indfir.com — Figur kontroversial dunia maya, Andrew Tate, dikabarkan mengalami kerugian besar dalam trading cryptocurrency setelah membuka posisi futures Bitcoin dengan leverage tinggi di platform Hyperliquid. Berdasarkan data pelacakan wallet, akun yang terhubung dengan Tate kehilangan sekitar $86.000 atau setara Rp1,4 miliar dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

Insiden trading ini terungkap melalui data on-chain dari HyperDash, sebuah platform pelacakan aktivitas wallet di jaringan Hyperliquid. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam di kalangan trader kripto, mengingat Tate dikenal sebagai sosok yang sering mempromosikan gaya hidup mewah dan kesuksesan finansial kepada jutaan pengikutnya di media sosial.

Kronologi Trading yang Berujung Bencana

Menurut data yang dihimpun HyperDash, akun Hyperliquid yang dikaitkan dengan Andrew Tate pertama kali membuka posisi long Bitcoin sebesar 57,36 BTC ketika harga berada di sekitar level $66.000. Posisi ini memiliki nilai total sekitar $3,79 juta, namun hanya didukung oleh deposit sebesar $100.000 dalam bentuk USDC. Hal ini mengindikasikan bahwa Tate menggunakan leverage sekitar 40 kali lipat dari modal yang dimilikinya.

Strategi long ini ternyata tidak bertahan lama. Ketika harga Bitcoin berbalik arah dan bergerak turun, posisi long tersebut mulai mengalami kerugian signifikan. Alih-alih menutup posisi dan membatasi kerugian, Tate justru mengambil keputusan yang lebih agresif dengan membalikkan posisinya menjadi short.

Akun tersebut kemudian membuka posisi short sebesar 14,33 BTC ketika harga berada di dekat level $64.817. Sayangnya, pergerakan pasar kembali tidak berpihak kepadanya. Harga Bitcoin justru mengalami pemulihan, memicu likuidasi pada posisi short dan menambah panjang daftar kerugian yang direalisasikan.

Saldo Terkikis Habis dalam Sehari

Dampak dari rangkaian keputusan trading yang buruk ini sangat devastatif. Berdasarkan data HyperDash, saldo akun yang terhubung dengan Tate anjlok dari sekitar $100.000 menjadi hanya $14.000 pada tanggal 18 Juni 2026. Artinya, hampir seluruh modal awal terhapus dalam waktu kurang dari satu hari perdagangan.

Yang lebih mengkhawatirkan, tampilan “all-time” dari HyperDash menunjukkan bahwa akun tersebut telah mencatatkan total kerugian perpetual futures sebesar sekitar $803.800. Angka ini mengindikasikan bahwa tren kerugian sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun 2025, dan insiden terbaru hanyalah puncak dari serangkaian keputusan trading yang merugikan.

Bahaya Leverage Tinggi dalam Trading Kripto

Kasus yang menimpa Andrew Tate ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya penggunaan leverage berlebihan dalam trading cryptocurrency. Dengan leverage 40x, pergerakan harga sekecil 2,5% saja sudah cukup untuk melikuidasi seluruh posisi. Dalam pasar kripto yang terkenal volatil, di mana pergerakan harga 5-10% dalam sehari bukanlah hal langka, penggunaan leverage setinggi itu bisa dikatakan bersifat spekulatif ekstrem.

Para analis pasar kripto menilai bahwa tindakan Tate mencerminkan kurangnya manajemen risiko yang memadai. Beberapa kesalahan fatal yang dilakukan antara lain:

  • Menggunakan leverage 40x tanpa buffer keamanan yang cukup
  • Gagal menerapkan stop-loss untuk membatasi kerugian
  • Melakukan “revenge trading” dengan membalikkan posisi secara impulsif
  • Tidak diversifikasi dan menaruh seluruh modal dalam satu instrumen
  • Terus menambah kerugian ketika pasar bergerak berlawanan

Reaksi Komunitas Kripto

Berita kerugian Tate ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan forum diskusi kripto. Banyak trader berpengalaman yang menjadikan kasus ini sebagai contoh nyata mengapa disiplin trading dan manajemen risiko sangat penting, terlepas dari seberapa kaya atau sukses seseorang di bidang lain.

Sejumlah komentator menyoroti ironi dari situasi ini, mengingat Tate sering memposisikan dirinya sebagai mentor kesuksesan finansial dan entrepreneurship. Kritikus berpendapat bahwa keberhasilan Tate dalam bisnis edukasi online tidak serta-merta membuat dirinya kompeten dalam tradingderivatif kripto yang kompleks.

Hyperliquid dan Tantangan Regulasi DeFi

Insiden ini juga menyoroti tantangan regulasi yang dihadapi oleh platform decentralized finance (DeFi) seperti Hyperliquid. Berbeda dengan exchange terpusat yang umumnya menerapkan batas leverage dan mekanisme perlindungan investor, platform DeFi sering kali memungkinkan pengguna untuk membuka posisi dengan leverage sangat tinggi tanpa banyak penjagaan.

Hyperliquid, yang dikenal sebagai salah satu platform perpetual futures terdesentralisasi paling aktif, memungkinkan penggunanya untuk mengakses leverage hingga ratusan kali lipat. Meskipun hal ini memberikan fleksibilitas bagi trader berpengalaman, juga membuka risiko kerugian masif bagi mereka yang tidak memiliki pemahaman mendalam tentang manajemen risiko.

Lessons Learned untuk Trader Ritel

Kasus Andrew Tate memberikan pelajaran berharga bagi seluruh trader ritel di pasar cryptocurrency. Pertama, leverage tinggi adalah pedang bermata dua yang bisa menghasilkan keuntungan besar, namun juga dapat menghapus seluruh modal dalam sekejap. Kedua, emosi seperti keserakahan dan keinginan untuk “balas dendam” terhadap pasar sering kali menjadi penyebab utama kerugian beruntun.

Ketiga, penting untuk membedakan antara kesuksesan di satu bidang dengan kompetensi di bidang lain. Menjadi entrepreneur sukses tidak otomatis menjadikan seseorang trader yang handal. Trading kripto memerlukan keahlian khusus, disiplin ketat, dan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar derivatif.

Hingga saat ini, Andrew Tate belum memberikan komentar resmi terkait kerugian trading yang dialaminya. Namun, data on-chain yang transparan di blockchain membuat seluruh aktivitas trading tersebut dapat diakses dan diverifikasi oleh publik, menjadikannya salah satu kasus kerugian trading selebriti kripto yang paling terdokumentasi dengan baik tahun ini.

Sumber: CryptoBreaking

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here