HomeTrading & KriptoBitcoin Anjlok ke $74.300, Perjanjian Iran Balikkan Keadaan

Bitcoin Anjlok ke $74.300, Perjanjian Iran Balikkan Keadaan

Date:

Related stories

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info Streaming

Jadwal Tayang Monday Night Raw Malam Ini & Info...

3 Grafik Bandingkan Misi Artemis dan Apollo

Lebih dari setengah abad setelah jejak pertama manusia mengukir...

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages

3 Cek Wajib Setelah Deploy Cloudflare Pages Proses pembangunan situs web modern yang mengandalkan arsitektur static site generation sering kali menghadapi

Zoneless Angular Resmi, Performa Web Makin Cepat

Mengenal Zoneless Angular: Revolusi Performa Web Ekosistem pengembangan frontend global...
spot_imgspot_img

Bitcoin Anjlok ke $74.300, Perjanjian Iran Balikkan Keadaan

Harga Bitcoin jatuh 4% ke level $74.300 pada Sabtu (24/5) — terendah sejak 20 April — sebelum melonjak balik ke kisaran $76.700-$77.000 dalam hitungan menit setelah Donald Trump mengumumkan perjanjian damai dengan Iran melalui unggahan di Truth Social. Pergerakan rollercoaster ini terjadi di tengah arus keluar dana masif dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot Amerika Serikat yang mencapai $2,26 miliar dalam dua minggu terakhir.

Pada Senin pagi (25/5), Bitcoin diperdagangkan sekitar $76.630-$76.870 menurut data CoinDesk dan CoinMarketCap. Meski sudah pulih dari level terendah, BTC masih turun sekitar 10% dari puncak Mei di $82.500. Di bursa kripto lokal Indonesia seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu, harga Bitcoin mengikuti pergerakan global dengan spread lokal yang relatif stabil.

ETF Bitcoin Bocor $2,26 Miliar — Outflow Terbesar Sejak Januari

Arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot AS menjadi pendorong utama penurunan ini. Pada pekan ini saja, investor menarik $1,26 miliar dari produk ETF kripto — angka terbesar sejak Januari 2026. Ditambah dengan outflow pekan sebelumnya, total $2,26 miliar menguap dari ETF Bitcoin dalam kurun dua minggu.

Para analis mengaitkan exodus ini dengan kenaikan yield obligasi AS. Obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil lebih menarik membuat investor institusional mulai mengalihkan dana dari aset tanpa yield seperti Bitcoin ke instrumen berpenghasilan tetap. Fenomena ini juga diperparah oleh ketidakpastian geopolitik yang mendorong dana spekulatif mengalir ke komoditas seperti minyak dan tembaga.

Iran, Selat Hormuz, dan Volatilitas Bitcoin

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama volatilitas akhir pekan ini. Ancaman gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz — jalur pelayaran yang dilintasi sekitar 20% konsumsi minyak dunia — memicu kepanikan di seluruh kelas aset berisiko.

Namun situasi berubah drastis saat Trump menulis di Truth Social: “An agreement has been largely negotiated… the Strait of Hormuz will be opened.” Pengumuman itu langsung memicu rally instan di Bitcoin dan pasar risiko secara luas. Selat Hormuz yang kembali dibuka menurunkan tekanan pada harga minyak, dan sentimen risk-on pun pulih.

Yang menarik, ada teori “capital redirect” yang berkembang di kalangan analis kripto. Selama ketegangan berlangsung, sebagian dana yang keluar dari Bitcoin diduga mengalir ke investasi pre-IPO SpaceX — terutama melalui platform derivatif blockchain yang mencatat volume transaksi jutaan dolar. Narasinya: investor mencari aset yang terkait dengan komoditas dan infrastruktur teknologi sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik.

“Underperformance Bitcoin Sudah Berakhir” — Kata Analis

“Bitcoin’s underperformance versus markets is over. We’re entering a phase of outperformance.”

— Mark Connors, CIO Risk Dimensions

Connors membandingkan situasi ini dengan tahun 2020, ketika emas awalnya mencatat kinerja superior dibandingkan aset lain, sebelum Bitcoin akhirnya bangkit dan mencetak rally besar. Menurutnya, kombinasi inflasi yang persisten, harga minyak tinggi, dan suku bunga yang bertahan lebih lama dari ekspektasi (“higher-for-longer”) sebenarnya menciptakan lingkungan yang favorable bagi Bitcoin dalam jangka menengah.

“Gold has had its run. Bitcoin is now on its resurgence,” ujar Connors. Ia juga menyoroti konvergensi antara AI dan blockchain sebagai infrastruktur transaksi machine-driven — narasi yang bisa menjadi katalis adopsi institusional berikutnya.

Dampak ke Trader Indonesia

Bagi trader kripto Indonesia, volatilitas akhir pekan ini menjadi pengingat keras tentang risiko pasar yang digerakkan oleh geopolitik. Harga Bitcoin di bursa lokal — Tokocrypto, Indodax, Pintu — bergerak mengikuti fluktuasi global, dengan tambahan risiko kurs USD/IDR yang ikut bergejolak.

Selain itu, konteks makro domestik juga perlu diperhatikan. Kevin Warsh baru saja dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) pada 22 Mei 2026, dan kebijakan moneter AS selanjutnya akan menjadi driver utama bagi arah pasar kripto. Yield obligasi Jepang dan kebijakan Bank Indonesia juga menjadi variabel yang harus dipantau trader lokal.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

  • Support: $74.000-$74.300 (level crash Sabtu) — jika jebol, bisa turun ke $70.000
  • Resistance: $78.000-$79.000 (zona recovery) — tembus ini, jalan ke $82.500 terbuka
  • Puncak Mei: $82.500 — target jika momentum pemulihan berlanjut

Peringatan penting: perjanjian damai Iran masih berstatus “largely negotiated, subject to finalization” — belum final dan bisa berubah. Ketidakpastian ini berarti volatilitas masih bisa berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Trader disarankan mengelola risiko dengan ketat dan tidak melakukan posisi berlebihan di tengah berita yang belum finalized.

Kesimpulan

Volatilitas geopolitik tetap menjadi driver utama harga Bitcoin di 2026. ETF outflow $2,26 miliar dalam dua minggu menunjukkan investor institusional masih berhati-hati. Namun di tengah kepanikan, sinyal dari analis seperti Mark Connors menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin sedang berada di titik balik menuju fase outperformance — mirip dengan pola yang terjadi di 2020. Untuk trader Indonesia, kuncinya adalah disiplin: pantau berita Iran yang belum final, jaga risk management, dan waspada terhadap kebijakan Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh.


Sumber: CoinDesk (Bitcoin tanks to $74,300; Bitcoin heads higher on Iran deal; Mark Connors interview), CoinMarketCap (live prices), Truth Social (Trump post on Iran agreement). Data harga per 24-25 Mei 2026.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here