Strategi Saylor Jual Bitcoin Pertama Kali dalam 4 Tahun, Harga BTC Anjlok ke Bawah $72.000
Redaksi indfir.com — 2 Juni 2026
Perusahaan MicroStrategy (kini berganti nama menjadi Strategy, ticker MSTR) untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir menjual bitcoin yang dimilikinya. Langkah ini memicu kepanikan di pasar dan mendorong harga BTC anjlok menembus level $71.000, kontras tajam dengan akumulasi institusi besar-besaran yang terjadi sebulan sebelumnya.
Detail Penjualan Strategy
Berdasarkan formulir 8-K yang diajukan ke SEC pada Senin (1/6/2026), Strategy menjual 32 bitcoin antara 26-31 Mei 2026 dengan harga rata-rata $77.135 per koin, menghasilkan total $2,5 juta. Dana hasil penjualan tersebut digunakan untuk mendistribusikan dividen pada saham preferen STRC (Stretch) perusahaan.
Meski terdengar dramatis, 32 bitcoin yang dijual hanya mewakili 0,0038% dari total holdings Strategy yang mencapai lebih dari 843.700 BTC dengan rata-rata biaya pembelian $75.699 per koin.
Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, menyatakan bahwa tujuan penjualan ini adalah mendukung instrumen kredit STRC. “Target kami adalah menjadikan $STRC instrumen kredit terbaik di dunia,” tulis Saylor di X.
Saylor sebenarnya sudah mengisyaratkan kemungkinan ini sejak panggilan pendapatan Q1 tahun ini, ketika ia mengatakan bahwa perusahaan kemungkinan akan menjual sebagian bitcoin untuk membayar dividen — sebagai cara “menginokulasi pasar” agar tidak terkejut ketika hal itu benar-benar terjadi.
Reaksi Pasar
Saham MSTR langsung anjlok sekitar 6% setelah berita ini terungkap, diperdagangkan di kisaran $150. Bitcoin sendiri turun sekitar 3% dalam 24 jam terakhir, menembus level $71.300. Lebih dari $90 juta posisi berjangka BTC juga terlikuidasi dalam waktu singkat.
Beberapa analis menilai penjualan ini “tidak material” dan berpendapat bahwa Saylor sedang menguji tingkat kecerdasan rata-rata pemegang bitcoin. Seorang analis Twitter yang dikenal sebagai BitQuant menulis pada Januari 2026: “Saylor membeli 2.000-20.000 bitcoin per minggu dan tidak ada yang peduli. Suatu hari dia akan menjual hanya 200 bitcoin, dan seluruh pasar akan crash karena berita itu.”
Penjualan ini bukan yang pertama dalam sejarah Strategy. Pada Desember 2022, perusahaan juga menjual 704 bitcoin namun sekaligus membeli 2.395 BTC, sehingga hasilnya masih terjadi peningkatan bersih — yang saat itu dikategorikan sebagai latihan “tax-loss harvesting.” Penjualan kali ini berbeda karena merupakan pengurangan bersih bitcoin pertama yang dilaporkan sejak demand BTC sempat anjlok ke level terendah Desember 2025.
Arus Keluar Dana Kripto Terbesar Kedua Tahun 2026
Di tengah berita penjualan Strategy, dana investasi kripto juga mencatatkan arus keluar mingguan sebesar $1,67 miliar — terbesar kedua sepanjang 2026 — menurut laporan CoinShares. Ini merupakan minggu ketiga berturut-turut terjadinya arus keluar bersih, dengan total redempsi tiga minggu mencapai $4,21 miliar.
Dana investasi bitcoin menjadi yang paling terdampak, kehilangan $1,44 miliar dalam satu minggu — arus keluar mingguan terbesar untuk produk bitcoin sepanjang 2026. Arus masuk bersih bitcoin year-to-date turun tajam menjadi $1,19 miliar dari sebelumnya $2,6 miliar dua minggu sebelumnya.
Penarikan dana ini didorong oleh investor AS ($1,63 miliar), yang khawatir memburuknya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel setelah Teheran mengumumkan penghentian pembicaraan dengan Washington sebagai protes atas serangan Israel ke Lebanon.
Harga aset digital di bawah pengelolaan (AUM) turun menjadi $141 miliar dari $148 miliar minggu sebelumnya — level terendah sejak awal April 2026.
Di tengah gelombang arus keluar, hanya sedikit altcoin yang masih mencatatkan arus masuk. XRP memimpin dengan $20,3 juta, diikuti Hyperliquid (HYPE) $10,8 juta, dan NEAR $7,6 juta. Dana Ethereum juga tertekan dengan arus keluar $257,3 juta.
Citi: Pasar Sekuritas Tokenisasi Bisa Capai $5,5 Triliun pada 2030
Di tengah sentimen negatif jangka pendek, Citi merilis laporan optimistis tentang masa depan tokenisasi. Bank raksasa AS ini memperkirakan pasar sekuritas tokenisasi global akan tumbuh dari $17 miliar saat ini menjadi $5,5 triliun pada 2030, dengan skenario bullish mencapai $8,2 triliun.
Laporan “Tokenization 2030: Wall Street On-Chain” menyebutkan tiga pendorong utama:
- Infrastruktur Wall Street — DTCC akan memulai produksi terbatas perdagangan sekuritas tokenisasi pada Juli 2026, dengan peluncuran penuh pada Oktober. Nasdaq juga bekerja sama dengan Kraken untuk perdagangan saham berbasis blockchain.
- Pertumbuhan stablecoin — Diproyeksikan mencapai $1,9 triliun pada 2030, menciptakan permintaan sekitar $1 triliun untuk obligasi pemerintah AS onchain.
- Regulasi yang semakin jelas — RUU Clarity Act telah mendapat persetujuan bipartisan 15-9 dari Komite Perbankan Senat AS pada 14 Mei, menjadi tonggak penting regulasi kripto di Amerika Serikat.
Citi memperkirakan 10% pasar Treasury bill AS dan 3% pasar saham publik AS akan ditokenisasi pada 2030. Jika 10% investor ritel AS beralih ke platform digital baru, hal ini akan menciptakan permintaan senilai $2,6 triliun untuk saham digital.
Kesimpulan
Penjualan bitcoin pertama Strategy dalam 4 tahun menjadi katalis kepanikan sesaat di pasar, namun volume yang sangat kecil (0,0038% dari holdings) menunjukkan ini lebih merupakan manuver struktural untuk produk STRC daripada perubahan strategi fundamental. Arus keluar dana kripto yang masif dan ketegangan geopolitik tetap menjadi tekanan utama jangka pendek, sementara prospek tokenisasi jangka panjang dari Citi mengonfirmasi tren adopsi institusional yang belum berubah.




