HomeAstronomiArtemis II: Langkah Bersejarah Menuju Bulan

Artemis II: Langkah Bersejarah Menuju Bulan

Date:

Related stories

Trailer ‘Everybody Digs Bill Evans’ Resmi Dirilis: Anders Danielsen Lie sebagai Bill Evans

Trailer Pertama "Everybody Digs Bill Evans" Resmi Dirilis Modern Films...

Meteorit yang Jatuh di New Jersey Mengandung ‘Kimia Dunia Alien’

Meteorit CM1/2 carbonaceous chondrite yang jatuh di New Jersey Juli 2024 mengandung molekul prebiotik dan cairan asin yang disebut para ilmuwan sebagai 'ki

Seberapa Volatil Saham AS di Luar Jam Bursa?

Pergerakan harga saham di bursa Amerika Serikat pada sesi...

Pack Booster Pokémon TCG Pitch Black Resmi Diluncurkan di Amazon

Pack Booster Pokémon TCG Pitch Black Resmi Diluncurkan di...

Demo Lancar, Production Hancur: Kenapa AI Agent Gagal di Dunia Nyata

57% Perusahaan Sudah Jalankan AI Agent di Production, Tapi...

“`html

NASA melancarkan misi bersejarah Artemis II pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, membawa empat astronot dalam perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan. Misi ini menandai kembalinya manusia ke orbit lunar setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo berakhir.

Empat astronot pilihan

Kru Artemis II terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA) sebagai spesialis misi kedua. Keempatnya dipilih dari ratusan kandidat astronot berpengalaman berdasarkan keahlian teknis, ketahanan fisik, dan kemampuan kerja tim dalam kondisi ekstrem.

Wiseman merupakan kapten kapal selam Angkatan Laut AS sebelum bergabung dengan NASA pada 2013. Glover menjadi astronot kulit hitam pertama yang akan terbang ke Bulan, sementara Koch memegang rekor penerbangan luar angkasa terlama untuk seorang wanita (328 hari). Hansen, astronot asal Kanada, telah menunggu 17 tahun sejak dipilih pada 2009 sebelum akhirnya terbang ke luar angkasa.

Space Launch System dan Orion

Misi ini menggunakan roket Space Launch System (SLS), roket paling bertenaga yang pernah dibangun NASA dengan daya dorong 8,8 juta pound saat lepas landas. Roket ini membawa kapsul Orion, spacecraft yang dirancang untuk melindungi astronot selama perjalanan mendalam ke luar angkasa.

Orion dilengkapi dengan sistem pendukung kehidupan, perisai panas yang mampu menahan suhu 2.800 derajat Celsius saat re-entry, dan modul pelayanan Eropa yang menyediakan propulsi serta daya listrik. Kapsul ini memiliki ruang internal 316 kaki kubik, memberikan kenyamanan relatif bagi kru selama misi 10 hari.

Profil misi 10 hari

Artemis II akan mengikuti trajectory free-return, artinya jika terjadi kegagalan mesin, spacecraft secara otomatis akan kembali ke Bumi dengan gravitasi Bulan. Setelah lepas landas dari Launch Complex 39B, Orion akan memasuki orbit Bumi sebelum melakukan trans-lunar injection menuju Bulan.

Perjalanan menuju Bulan memakan waktu sekitar 4 hari. Kru akan mengorbit Bulan pada jarak terdekat sekitar 6.400 mil dari permukaan sebelum melakukan flyby dan kembali ke Bumi. Total durasi misi adalah 10 hari, termasuk perjalanan pulang dan re-entry melalui atmosfer.

Ujian kritis untuk program Artemis

Artemis II adalah misi berawak pertama dalam program Artemis yang bertujuan mendirikan kehadiran manusia berkelanjutan di Bulan. Misi ini menguji semua sistem kritis yang akan digunakan dalam pendaratan Bulan pada Artemis III dan misi-misi berikutnya.

Sistem pendukung kehidupan, navigasi, komunikasi jarak jauh, dan kemampuan re-entry akan divalidasi dalam kondisi nyata. Data yang dikumpulkan selama misi ini akan menentukan kesiapan NASA untuk melanjutkan ke fase pendaratan berawak yang direncanakan pada Artemis III.

Program Gateway dan kolaborasi internasional

Artemis II juga menjadi fondasi untuk Lunar Gateway, stasiun luar angkasa yang akan mengorbit Bulan dan berfungsi sebagai basecamp untuk eksplorasi permukaan. Gateway akan dibangun secara bertahap melalui beberapa misi Artemis berikutnya dengan kontribusi dari ESA, JAXA, CSA, dan mitra internasional lainnya.

Keterlibatan CSA dalam misi ini ditandai dengan kehadiran Hansen sebagai astronot Kanada pertama yang akan mencapai orbit lunar. Kolaborasi ini memperkuat model kemitraan internasional yang telah berhasil digunakan dalam program International Space Station selama lebih dari dua dekade.

Implikasi untuk eksplorasi masa depan

Keberhasilan Artemis II akan membuka jalan bagi pendaratan manusia di Kutub Selatan Bulan, area yang diyakini mengandung cadangan air dalam bentuk es di kawah-kawah yang secara permanen teduh. Air ini dapat digunakan untuk konsumsi astronot, produksi oksigen, dan bahkan bahan bakar roket.

Program Artemis juga bertujuan mendirikan infrastruktur eksplorasi yang akan mendukung misi berawak ke Mars pada dekade 2030-an. Teknologi dan pengalaman yang dikembangkan untuk Bulan akan menjadi batu loncatan kritis untuk perjalanan antarplanet yang lebih jauh.

Referensi

“`

Latest stories

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here