HomeAstronomiVenus-Jupiter Makin Dekat, Puncaknya 9 Juni 2026

Venus-Jupiter Makin Dekat, Puncaknya 9 Juni 2026

Date:

Related stories

Cara Register SQL Server Profiler di Power BI Desktop

SQL Server Profiler kini bisa di-register sebagai External Tool...

Film Terbesar Eddie Murphy Hampir Ditolak Paramount

Salah satu film komedi paling sukses dalam sejarah sinema...

Mantan Paralimpiade Inggris Bisa Jadi Astronot Disabilitas Pertama di Orbit

Sejarah Penerbangan Luar Angkasa: John McFall, Mantan Paralimpiade Inggris...

Program MBG Diguncang Dugaan Korupsi, Pemerintah Janjikan Perbaikan Tata Kelola

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah...

MBG Boros Rp 1 Triliun per Bulan, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang 8.617 Dapur SPPG

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi...
spot_imgspot_img

JAKARTA — Venus dan Jupiter akan tampak semakin dekat di langit senja selama beberapa malam ke depan. Pertemuan tampak dua planet paling terang di langit Bumi itu akan mencapai puncaknya pada 9 Juni 2026, ketika keduanya hanya terpisah sekitar 1,6 derajat.

Fenomena ini disebut konjungsi planet. Meski dari Bumi Venus dan Jupiter terlihat berdampingan, keduanya tidak benar-benar berdekatan di ruang angkasa. Posisi tersebut terjadi karena arah pandang dari Bumi membuat kedua planet tampak berada pada bagian langit yang hampir sama.

Mulai 4 Juni, pengamat dapat mengikuti perubahan posisi Venus dan Jupiter setiap petang menjelang puncak konjungsi. Pasangan planet itu dapat dicari di arah barat setelah matahari terbenam, selama cuaca cerah dan cakrawala tidak tertutup bangunan, pepohonan, atau perbukitan.

Venus dan Jupiter Mulai Tampak Makin Dekat

NASA memasukkan konjungsi Venus-Jupiter pada 9 Juni sebagai salah satu peristiwa utama dalam panduan pengamatan langit Juni 2026. Pada malam puncak, jarak sudut sekitar 1,6 derajat membuat keduanya tampak seperti sepasang titik terang yang berdekatan di langit senja.

Jarak 1,6 derajat kira-kira setara dengan tiga kali lebar Bulan purnama jika dilihat dari Bumi. Venus dan Jupiter tetap dapat dibedakan sebagai dua objek terpisah. Perubahan posisi keduanya juga bisa diamati dari malam ke malam, terutama selama periode 4-14 Juni ketika jarak tampaknya berada dalam kisaran sekitar 5 derajat.

Konjungsi bukan peristiwa yang hanya dapat dinikmati tepat pada satu malam. Pengamat yang menghadapi cuaca berawan pada 9 Juni masih dapat mencoba melihat pasangan planet tersebut pada hari-hari sebelum atau sesudahnya, meski jaraknya tidak sedekat saat puncak.

Cara Melihat Konjungsi Venus-Jupiter

Venus dan Jupiter dapat dilihat dengan mata telanjang. Waktu pengamatan terbaik dimulai setelah matahari terbenam, ketika cahaya senja mulai meredup tetapi kedua planet belum terlalu rendah di cakrawala barat.

  • Pilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat atau barat laut.
  • Periksa waktu matahari terbenam dan prakiraan cuaca untuk kota masing-masing.
  • Mulai mengamati segera setelah matahari benar-benar terbenam.
  • Gunakan binokular bila tersedia untuk melihat keduanya dalam satu bidang pandang.
  • Jangan pernah mengarahkan binokular atau teleskop ke dekat Matahari sebelum terbenam.

Ketinggian planet dan durasi visibilitas berbeda menurut lokasi. Karena itu, pengamat di Indonesia perlu menyesuaikan waktu dengan kondisi setempat. Aplikasi peta langit dapat membantu menunjukkan posisi pasangan planet pada tanggal dan kota tertentu.

Pengamatan sebaiknya dimulai dari lokasi yang sudah dikenali sebelum langit gelap. Selain memberi waktu untuk menemukan cakrawala yang paling terbuka, langkah ini membantu pengamat menghindari jalan, tepi bangunan, atau area lain yang kurang aman. Jika langit dekat cakrawala tertutup awan, tunggu beberapa menit sambil terus memperhatikan posisi pasangan planet karena celah awan dapat muncul singkat.

Cara Membedakan Venus dan Jupiter

Venus akan menjadi objek yang lebih terang. Planet tersebut memantulkan banyak cahaya Matahari melalui lapisan awannya dan berada jauh lebih dekat ke Bumi dibanding Jupiter. Jupiter tetap tampak terang, tetapi cahayanya terlihat lebih lembut di sebelah Venus.

Posisi kiri atau kanan kedua planet dapat berubah menurut waktu dan sudut pandang pengamat. Cara paling aman untuk mengenalinya adalah membandingkan tingkat kecerahan: titik paling terang adalah Venus, sedangkan titik terang lain di dekatnya adalah Jupiter.

Dengan binokular yang stabil, pengamat mungkin dapat menikmati pasangan itu dengan lebih jelas. Teleskop tidak diperlukan untuk melihat konjungsi, dan bidang pandang teleskop berperbesaran tinggi justru dapat terlalu sempit untuk menampilkan kedua planet sekaligus.

Castor dan Pollux, dua bintang terang di rasi Gemini, juga berada di kawasan langit yang sama. Namun, Venus dan Jupiter akan mudah menonjol karena keduanya terlihat lebih terang. Susunan objek dapat tampak berbeda ketika diamati pada jam atau lokasi yang berbeda, sehingga peta langit tetap berguna untuk memastikan identifikasi.

Seberapa Dekat Jarak Asli Keduanya?

Angka 1,6 derajat menggambarkan jarak sudut di langit, bukan jarak fisik antara Venus dan Jupiter. Satu derajat adalah ukuran yang digunakan astronom untuk menunjukkan pemisahan dua objek dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Pada kenyataannya, Venus mengorbit lebih dekat ke Matahari daripada Bumi, sedangkan Jupiter berada jauh di bagian luar Tata Surya. Keduanya tetap terpisah oleh jarak sangat besar. Konjungsi terjadi ketika garis pandang menuju kedua planet hampir berimpit, seperti dua kendaraan yang tampak berdekatan dari kejauhan meski berada di jalur berbeda.

Fenomena ini memberi kesempatan sederhana untuk memahami gerak planet. Dengan mengamati beberapa malam berturut-turut, pembaca dapat melihat bahwa posisi planet terhadap latar bintang terus berubah seiring perjalanan masing-masing mengelilingi Matahari.

Tips Memotret dengan Kamera Ponsel

Konjungsi Venus-Jupiter juga cocok dipotret dengan kamera ponsel karena kedua planet cukup terang. Gunakan tripod kecil atau sandarkan ponsel pada permukaan stabil agar foto tidak buram. Aktifkan pengatur waktu untuk mengurangi getaran saat tombol rana ditekan.

Turunkan exposure jika Venus terlihat sebagai bulatan putih terlalu besar. Memotret saat langit masih menyisakan warna senja dapat menghasilkan komposisi yang lebih menarik sekaligus mempertahankan detail cakrawala. Bangunan, pepohonan, atau siluet manusia dapat dipakai sebagai latar depan untuk memberi skala visual.

Hindari zoom digital berlebihan karena dapat menurunkan kualitas gambar. Ambil beberapa foto dengan tingkat exposure berbeda, lalu pilih hasil yang paling jelas memperlihatkan dua titik planet.

Puncak konjungsi Venus-Jupiter berlangsung pada 9 Juni 2026. Namun, perjalanan keduanya menuju posisi terdekat sudah dapat diikuti mulai sekarang. Dengan cakrawala barat yang terbuka dan cuaca mendukung, fenomena ini menjadi salah satu pertunjukan langit Juni yang mudah dinikmati tanpa peralatan khusus.

Referensi

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here