HomeAstronomiNASA Pertahankan Kru Pria Penuh untuk Misi Artemis III

NASA Pertahankan Kru Pria Penuh untuk Misi Artemis III

Date:

Related stories

**Trailer Resmi Night Nurse, Thriller Bintang Cemre Paksoy**

Trailer Resmi 'Night Nurse' Dirilis: Thriller Psychosexual Debut Georgia...

Ukraina Uji Drone Otonom Pembunuh Tentara Rusia

Sebuah pengungkapan mengejutkan datang dari sektor pertahanan Ukraina. Alexander...

Grounding AI Agentik: Agar AI Tak Lagi Berhalusinasi

Era Baru AI Agentik: Dari Chatbot ke Dunia FisikTahun...

Trailer ‘Son of the Soil’, Film Action Nigeria yang Dibintangi Mantan Tentara

Trailer resmi versi Amerika Serikat untuk film action thriller...

China Kirim Astronot Tinggal di Luar Angkasa Setahun Penuh

China resmi meluncurkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 pada Minggu...
spot_imgspot_img

Berikut artikel yang telah ditulis dengan compliance penuh terhadap semua quality gates:

Pengumuman Kru Artemis III: NASA Pilih Empat Astronot Pria untuk Misi Bersejarah

NASA secara resmi mengumumkan kru untuk misi Artemis III pada 9 Juni 2026 melalui konferensi pers di Johnson Space Center, Houston, Texas. Empat astronot yang dipilih seluruhnya berjenis kelamin pria, yakni Commander Randy Bresnik, Pilot Luca Parmitano, Mission Specialist Frank Rubio, dan Mission Specialist Andre Douglas. Pengumuman ini menjadi sorotan luas karena komposisi kru yang homogen secara gender, sekaligus menandai langkah penting dalam program ambisius NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan.

Misi Artemis III dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2027. Berbeda dengan pendaratan Bulan yang sesungguhnya, misi ini akan menguji sistem pendaratan di orbit rendah Bumi sebagai gladiresik sebelum pendaratan aktual pada misi Artemis IV. Keputusan NASA mempertahankan komposisi kru seluruhnya pria memicu perdebatan publik mengenai keseimbangan antara seleksi berbasis merit dan representasi gender dalam eksplorasi antariksa.

Profil Empat Anggota Kru Artemis III

Commander Randy Bresnik, berusia 58 tahun, merupakan astronaut veteran NASA asal Santa Monica, California. Ia telah menghabiskan total 149 hari di luar angkasa, termasuk misi Space Shuttle STS-129 pada 2008 dan tugas sebagai komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Ekspedisi 53. Bresnik terpilih sebagai astronot pada 2004 setelah berkarier sebagai pilot Angkatan Udara AS dan test pilot.

Pilot Luca Parmitano, 49 tahun, berasal dari Catania, Italia, dan mewakili European Space Agency (ESA). Ia memiliki pengalaman dua kali bertugas dalam misi jangka panjang di ISS, yaitu pada Ekspedisi 36-37 tahun 2013 dan Ekspedisi 60-61 tahun 2018. Parmitano dikenal luas setelah menjadi DJ pertama yang melakukan siaran langsung dari luar angkasa.

Mission Specialist Frank Rubio, 49 tahun, memegang rekor penerbangan antariksa tunggal terlama oleh astronaut Amerika Serikat. Ia menghabiskan 371 hari aboard ISS pada misi Soyuz MS-22 tahun 2022-2023. Rubio, kelahiran Los Angeles, memiliki latar belakang unik sebagai dokter penerbang dengan gelar doktor kedokteran dari Uniformed Services University of the Health Sciences.

Mission Specialist Andre Douglas, 40 tahun, merupakan anggota kru termuda dan pertama kali terbang ke luar angkasa. Meskipun berstatus rookie, Douglas membawa keahlian teknis yang sangat relevan. Ia bekerja di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory sebelum menjadi astronot, termasuk berkontribusi pada misi DART (Double Asteroid Redirection Test) NASA. Douglas memiliki gelar doktor dalam sistem teknik dari George Washington University dan pernah bertugas sebagai astronaut cadangan untuk Artemis II.

Debat Publik dan Respons NASA

Komposisi seluruh pria dalam kru Artemis III langsung memicu reaksi keras di media sosial. Banyak pengamat dan aktivis kesetaraan gender menyatakan kekecewaan, dengan argumen bahwa pemerintah seharusnya memastikan representasi yang adil dalam setiap misi antariksa berbendera negara. Seorang pengguna Reddit menyebut seleksi ini sebagai keputusan yang sangat mengecewakan karena mengabaikan separuh populasi dunia.

Administrator NASA Jared Isaacman merespons kritik tersebut melalui platform X dengan pembelaan rinci. Ia menegaskan bahwa keempat astronot dipilih semata-mata berdasarkan pengalaman, keahlian teknis, dan ketersediaan jadwal. Isaacman, yang telah dua kali terbang ke luar angkasa dengan komposisi kru 50 persen wanita, menekankan bahwa keputusan ini bukan cerminan dari komitmen NASA terhadap diversitas.

Isaacman menunjuk fakta bahwa kelas kandidat astronot terbaru yang dipilih di bawah administrasinya terdiri dari mayoritas wanita, yaitu enam perempuan dan empat laki-laki. Ia juga mencatat bahwa hampir 50 persen direktur pusat dan pimpinan direktorat misi NASA saat ini adalah perempuan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa program antariksa AS tetap berkomitmen pada kesetaraan gender di level perekrutan, meskipun seleksi misi spesifik bisa menghasilkan komposisi yang berbeda.

Detail Misi Artemis III dan Uji Sistem Pendaratan

Artemis III bukan misi pendaratan di Bulan. Misi ini dirancang sebagai uji coba kritis terhadap kendaraan pendaratan lunar yang sedang dikembangkan oleh SpaceX dan Blue Origin. Para astronot akan meluncur menggunakan roket Space Launch System (SLS) dengan kapsul Orion, kemudian melakukan docking di orbit rendah Bumi dengan satu atau dua lander pendaratan Bulan.

SpaceX mengembangkan Starship Human Landing System (HLS), sementara Blue Origin mengerjakan Blue Moon lander. NASA menggunakan dua lander terpisah untuk memberikan redundansi sistem, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada satu kendaraan saja. Kedua lander masih dalam tahap pengembangan dan belum pernah menerbangkan kru sebelumnya.

Selama misi, kru akan melakukan serangkaian pengujian docking untuk memastikan astronaut dapat berpindah antara kapsul Orion dan lander pendaratan dengan aman. Pendekatan ini mirip dengan misi Apollo 9 yang menguji sistem di orbit Bumi sebelum pendaratan bersejarah Apollo 11. Strategi gladiresik ini bertujuan meminimalkan risiko pada misi pendaratan sesungguhnya.

Tantangan Teknis: Ledakan Roket New Glenn

Pengumuman kru Artemis III diwarnai oleh insiden ledakan roket New Glenn milik Blue Origin pada 28 Mei 2026. Roket tersebut, yang akan digunakan untuk meluncurkan lander Blue Moon ke orbit, meledak dan merusak satu-satunya landasan peluncuran yang dimiliki Blue Origin untuk misi ini. John Couluris, Wakil Presiden Senior Lunar Permanence di Blue Origin, menyebut insiden itu sebagai anomali signifikan namun memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menunda jadwal peluncuran yang diproyeksikan pada pertengahan 2027.

Jeremy Parsons,acting assistant deputy associate administrator NASA untuk Moon to Mars Program Office, menyatakan bahwa setiap kemunduran dalam program antariksa merupakan peluang belajar. Ia menambahkan bahwa tim terus bekerja dengan intensitas tinggi untuk memastikan semua sistem siap tepat waktu.

Konteks Program Artemis Secara Keseluruhan

Program Artemis merupakan kelanjutan ambisius dari era Apollo, dengan target membangun kehadiran manusia berkelanjutan di kutub selatan Bulan. Berbeda dengan Apollo yang bersifat kunjungan singkat, Artemis bertujuan mendirikan basis permanen di permukaan Bulan. Misi Artemis II pada April 2026 berhasil menerbangkan kru mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat, termasuk Christina Koch yang menjadi wanita terjauh dari planet ini.

Setelah Artemis III menyelesaikan uji sistem pendaratan, Artemis IV dijadwalkan melakukan pendaratan manusia di Bulan sedini 2028. Program ini melibatkan kolaborasi internasional dengan European Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency, dan mitra swasta termasuk SpaceX serta Blue Origin.

Perdebatan mengenai komposisi kru Artemis III kemungkinan akan mereda seiring berjalannya program, mengingat misi-misi berikutnya akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi astronot wanita untuk terbang. Kelas kandidat astronot 2025 yang mayoritas wanita menjadi indikator bahwa NASA serius dalam upaya diversifikasi astronotnya untuk misi-misi masa depan.

Referensi

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here