Industri antariksa komersial kembali mencatatkan perkembangan signifikan dengan munculnya perusahaan startup baru dari mode rahasia atau stealth. Mantis Space, sebuah perusahaan yang berbasis di New Mexico, Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan keberadaannya pada 12 Maret 2026 disertai dengan pengumuman pendanaan awal sebesar 10 juta dolar AS. Perusahaan ini memiliki ambisi besar untuk membangun konstelasi satelit khusus yang bertugas menyuplai tenaga surya langsung kepada satelit lain yang beroperasi di orbit bumi.
Langkah strategis ini menandai awal dari era baru infrastruktur tenaga luar angkasa yang bertujuan mengatasi keterbatasan daya pada satelit konvensional. Dengan dukungan investor ventura dan pemerintah daerah, Mantis Space berencana memindahkan pusat operasionalnya ke Albuquerque dan membuka kantor perwakilan di Silicon Valley. Fokus utama perusahaan adalah mengembangkan teknologi yang memungkinkan transmisi energi nirkabel di ruang angkasa, sebuah terobosan yang diharapkan dapat mengubah ekonomi operasional satelit secara global.
Detail Pendanaan dan Ekspansi Operasional
Pendanaan种子 atau seed funding sebesar 10 juta dolar AS tersebut dipimpin oleh Rule 1 Ventures dan Montauk Capital, yang sebelumnya telah menginkubasi Mantis Space melalui studio ventura mereka. Dana ini akan dialokasikan primarily untuk memperluas tenaga kerja perusahaan yang saat ini berjumlah 20 orang. Selain dukungan swasta, Mantis Space juga menerima dukungan signifikan dari pemerintah lokal. Negara bagian New Mexico dan kota Albuquerque memberikan hibah sekitar 24 juta dolar AS untuk memfasilitasi pindahnya perusahaan ke kantor pusat dan hub manufaktur seluas 2.000 meter persegi di Albuquerque.
Eric Truitt, Chief Executive Officer (CEO) Mantis Space, menjelaskan bahwa perusahaan juga sedang mendirikan kantor di Silicon Valley. Kantor ini ditujukan untuk merekrut talenta teknis berpengalaman dari perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Apple, dan Meta. Strategi ini menunjukkan bahwa Mantis Space tidak hanya mengandalkan keahlian antariksa tradisional, tetapi juga mengintegrasikan teknologi sipil tingkat tinggi ke dalam sistem pertahanan dan luar angkasa mereka. Pendiri perusahaan ini terdiri dari veteran militer AS dan mantan eksekutif industri antariksa terkemuka, termasuk Hugh Wyman Howard III dan Jeremy Scheerer.
Mengatasi Masalah Kritis Daya Satelit
Salah satu motivasi utama pendirian Mantis Space adalah mengatasi masalah klasik yang dihadapi oleh satelit di Low Earth Orbit (LEO). Banyak satelit tidak dapat mengakses energi surya sekitar sepertiga dari waktu operasional mereka karena berada dalam bayangan bumi atau periode gerhana orbit. Kondisi ini memaksa insinyur untuk merancang sistem dengan baterai besar atau mengurangi aktivitas saat memasuki zona gelap, yang sering kali dianggap sebagai solusi sementara atau “plester” pada masalah fundamental.
Konstelasi tenaga orbit Mantis Space dirancang untuk beroperasi di orbit bumi menengah rendah (low medium-Earth orbit). Sistem ini akan mentransmisikan daya langsung ke panel surya satelit klien yang sudah ada di pasar. Truitt menekankan bahwa infrastruktur daya ini akan memungkinkan satelit untuk:
- Mengumpulkan lebih banyak data karena operasional yang lebih lama.
- Bergerak lebih cepat dan tetap dalam misi lebih lama tanpa batasan daya baterai.
- Terbang di orbit yang lebih strategis yang sebelumnya tidak layak karena keterbatasan energi.
- Mengakses infrastruktur yang lebih maju dibandingkan array surya konvensional.
Adm. James Winnefeld Jr., mantan wakil ketua Kepala Staf Gabungan dan mitra umum di Rule 1 Ventures, menyatakan bahwa seiring matangnya ekonomi orbit, faktor pembatas bergeser dari peluncuran ke kinerja. Mantis Space dianggap sedangaddressing salah satu lapisan infrastruktur ruang angkasa terakhir yang belum dibangun. Meskipun satelit Mantis akan berukuran besar, perusahaan memastikan bahwa muatan mereka kompatibel dengan berbagai kendaraan peluncuran yang ada saat ini, termasuk SpaceX, Firefly Aerospace, Rocket Lab, Blue Origin, dan Relativity, tanpa harus menunggu ketersediaan roket Starship.
Relevansi bagi Industri Antariksa Indonesia
Bagi Indonesia, perkembangan teknologi beaming tenaga surya ini memiliki relevansi strategis yang tinggi. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada satelit untuk konektivitas komunikasi, pengawasan maritim, dan mitigasi bencana. Satelit-satelit Indonesia, seperti seri SATRIA dan PALAPA, memerlukan efisiensi daya maksimal untuk memastikan layanan tetap stabil di seluruh wilayah nusantara. Teknologi yang dikembangkan Mantis Space dapat memperpanjang umur operasional satelit Indonesia di masa depan, mengurangi kebutuhan akan baterai berat yang menambah biaya peluncuran.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta industri swasta antariksa tanah air dapat mempelajari model bisnis ini untuk pengembangan infrastruktur orbit berikutnya. Jika teknologi ini terbukti berhasil secara komersial, Indonesia berpotensi menjadi mitra awal untuk mengadopsi sistem penerima daya pada satelit komunikasi generasi berikutnya. Hal ini sejalan dengan rencana Indonesia untuk meningkatkan kapasitas data dan coverage satelit guna mendukung transformasi digital nasional. Kolaborasi internasional dalam adopsi teknologi infrastruktur orbit dapat menjadi kunci bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi antariksa global.
Kehadiran Mantis Space dengan pendanaan yang kuat dan tim yang berpengalaman menunjukkan bahwa sektor infrastruktur pendukung misi antariksa sedang menjadi primadona investasi baru. Keberhasilan mereka dalam mengkomersialkan transmisi daya orbital dapat membuka pintu bagi misi-misi yang lebih ambisius di masa depan, termasuk konstelasi satelit yang lebih padat dan mampu operasi kontinu 24 jam tanpa interupsi akibat bayangan bumi. Industri antariksa global kini menunggu langkah selanjutnya dari perusahaan ini dalam merealisasikan visi infrastruktur tenaga luar angkasa yang berkelanjutan.




