‘The Devil Wears Prada 2’ Pecahkan Rekor Box Office 2026 — Film Komedi Terlaris dalam Sebelas Tahun Terakhir
Dua puluh tahun setelah film pertama, sequel ‘The Devil Wears Prada’ kembali dengan buktinya: Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci menghancurkan ekspektasi dengan $177 juta di Amerika Serikat — dan bulan Mei baru setengah jalan.
Disney sudah resmi punya film terlaris tahun 2026 — dan bukan superhero, bukan sci-fi, bukan franchise animasi. Ini adalah comedy-drama, genre yang oleh banyak studio sudah dianggap “mati” di box office. “The Devil Wears Prada 2” tidak hanya menghidupkannya kembali — dia mencatatkan debut domestik terbesar untuk film komedi tradisional sejak “Pitch Perfect” di tahun 2015.
Film ini membuka dengan $77 juta di Amerika Utara dan $233 juta secara global hanya dalam satu weekend. Itu lebih tinggi dari “Michael” — biopic Michael Jackson yang diprediksi akan mendominasi — dan hanya kalah dari “The Super Mario Galaxy Movie” yang sudah tayang sejak April.
Apa yang Membuat Film Ini Begitu Besar?
Jawabannya bukan satu hal. Ini adalah kombinasi sempurna dari lima faktor yang oleh Variety disebut sebagai “blueprint” untuk sequel nostalgia yang berhasil — sesuatu yang Hollywood sering gagal eksekusi.
Pertama: nostalgia yang tidak malas. Banyak sequel jatuh ke jebakan “rehash” — mengulang formula yang sama tanpa evolusi. “Indiana Jones and the Dial of Destiny,” “Karate Kid: Legends,” “Zoolander 2” — semuanya gagal karena terasa seperti produk pabrik, bukan cerita yang butuh diceritakan. “The Devil Wears Prada 2” menghindari jebakan ini dengan menjadikan perubahan dunia sebagai inti ceritanya. Dunia media dan jurnalisme tahun 2026 sangat berbeda dari tahun 2006. Film itu mengadaptasinya — Andy Sachs kembali ke Runway magazine sebagai features editor, bukan asisten lagi. Itu bukan nostalgia; itu kelanjutan.
Kedua: Meryl Streep kembali ke bioskop. Ini penampilan layar lebar terbesar Streep dalam hampir satu dekade. Sejak “Little Women” (2019) dan “The Post” (2017), Streep lebih banyak muncul di streaming — “Don’t Look Up” di Netflix, “The Prom” di HBO Max. “The Devil Wears Prada 2” sekarang menjadi opening weekend terbesar dalam karier Meryl Streep, melampaui “Mamma Mia!” ($27,5 juta) dan “Into the Woods” ($34 juta). Pesannya dari penonton jelas: Meryl, jangan berhenti datang ke bioskop.
Ketiga: marketing yang omnipresent. Disney menjalankan kampanye publikasi terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir. “Giant Red Heel Tour” — sepatu hak merah raksasa yang muncul di landmark-landmark — jadi viral. Kolaborasi dengan 12+ brand partner (Dior, Google, Starbucks, Tiffany & Co., Mercedes, dan lainnya) membuat “Prada” tak bisa dihindari di mana pun Anda berada. Ini bukan sekadar iklan film — ini cultural event.
Keempat: “girl event” cinema. Pola yang sama terlihat di “Barbie” dan “Wicked” — film yang menjadi alasan untuk pergi ke bioskop sebagai pengalaman sosial. Bioskop-bioskop merespons: Cinemark mengadakan pesta “Nowhere to Wear It,” Regal membuat koktail bertema, AMC menjual “Butter Birkin” popcorn bucket yang langsung sold out. Penonton film ini 76% perempuan — dan mereka menjadikannya malam keluar rumah yang layak.
Kelima: komedi itu sendiri. Di tengah dunia yang terasa suram, penonton lapar untuk ketawa. Streep menampilkan masterclass physical comedy — adegan di mana Miranda Priestly kesulitan menggantung mantelnya sendiri menjadi salah satu momen paling diingat. Emily Blunt dan Stanley Tucci kembali dengan one-liners yang tajam: “May the bridges I burn light my way” (Blunt) dan “Look what T.J. Maxx dragged in” (Tucci).
Angka yang Berbicara
Box office Mei 2026 menggambarkan dominasi film ini:
- #1 — The Devil Wears Prada 2: $177,6 juta domestik, 4.200 bioskop
- #2 — Michael: $155,7 juta (kumulatif global $285,5 juta, tayang sejak April)
- #3 — Mortal Kombat II: $63,4 juta, debut 8 Mei
- #4 — The Sheep Detectives: $31 juta, debut 8 Mei
- #5 — The Super Mario Galaxy Movie: $28,6 juta (kumulatif $419,2 juta sejak April)
Yang menarik: “The Devil Wears Prada 2” diprediksi akan melampaui total seumur hidup film pertama ($326 juta) sebelum akhir Mei — dan film ini baru tayang tiga minggu. Budget produksinya sekitar $100 juta, marketing $80 juta. ROI-nya sudah positif hanya dalam tiga weekend.
Audience metrics-nya juga solid: 87% Verified Moviegoers di Rotten Tomatoes, skor PostTrak 4,5/5, dan CinemaScore “A-“. Ini bukan hanya hype awal — ini film yang benar-benar disukai orang yang sudah menontonnya.
Komedi Tidak Mati — Hollywood yang Salah
Konteks industri di balik angka ini penting. Pada tahun 2006 — saat “The Devil Wears Prada” pertama rilis — komedi masih menjadi pilar box office. “Borat,” “Night at the Museum,” “Talladega Nights,” “The Break-Up” semuanya menghasilkan ratusan juta dolar. Tapi sejak sekitar 2015, Hollywood secara perlahan menggeser fokus ke superhero, horror, dan IP animasi. Komedi teatrikal dianggap “terlalu berisiko.”
“The Devil Wears Prada 2” membantah narasi itu. Bukan karena komedi tiba-tiba menjadi profitable — tapi karena selalu profitable, dan Hollywood yang berhenti membuatnya. Ketika ada komedi berkualitas dengan cast A-list, budget memadai, dan marketing agresif — penonton datang. Mereka selalu datang.
Pertanyaannya sekarang: apakah studio-studio akan belajar dari ini? Atau “Prada 2” akan jadi anomali yang dilupakan sampai sequel nostalgia berikutnya?
Lineup Mei 2026: Bukan Hanya Hollywood
Sementara Hollywood mendominasi box office global, bioskop Indonesia di Mei 2026 juga punya lineup menarik yang tidak kalah beragam. Setidaknya 14 film Indonesia tayang bulan ini, dari horor hingga drama keluarga.
Yang paling banyak dibicarakan: “Ain” (7 Mei) — film body horror tentang beauty influencer yang mengalami teror penyakit Ain, dan sudah dikabarkan menarik minat pasar global termasuk Rusia. Lalu ada “Semuanya Akan Baik-Baik Saja” (13 Mei) yang menampilkan Reza Rahadian dan Christine Hakim dalam drama keluarga tentang tiga saudara yang berkumpul setelah kehilangan ibu mereka.
“Korban Proyek” (13 Mei) membawa thriller horor tentang misteri di balik pembangunan jembatan raksasa, sementara “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” (27 Mei) menjadi penutup bulan dengan Bayu Skak kembali — kombinasi horor, komedi, dan petualangan khas Jawa yang dinanti penggemar trilogi pertama.
Ada juga “Children of Heaven” — remake film Iran legendaris 1997 dengan judul sama — yang menunjukkan keberanian industri Indonesia untuk mengadaptasi karya klasik dari sinema dunia.
Kesimpulan: Summer 2026 Belum Selesai
“The Devil Wears Prada 2” membuktikan tiga hal: nostalgia bisa bekerja dengan baik kalau dikerjakan dengan respect, komedi tidak pernah mati — hanya ditinggalkan, dan pengalaman bioskop sebagai event sosial masih sangat hidup.
Dengan “Mortal Kombat II,” “Obsession,” dan “In the Grey” yang masih berjalan — plus “Top Gun” re-release 40th anniversary — Mei 2026 mungkin benar-benar menjadi bulan box office terkuat dalam hampir satu dekade terakhir.
Dan untuk penonton Indonesia? Pilihan di bioskop lokal Mei ini cukup kaya untuk membuat weekend planning jadi dilema yang menyenangkan.




