Jakarta — Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Polewali Mandar (Polman) dan Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis (9/7/2026). Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di beberapa wilayah hingga Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di kedalaman dangkal yang membuat guncangan terasa luas di permukaan.
Pusat Gempa di Laut Selatan Polewali Mandar
BMKG menyebutkan episentrum gempa terletak di laut, sekitar 50 kilometer arah selatan Polewali Mandar. Kedalaman pusat gempa tergolong dangkal sehingga gelombang seismik menyebar cukup luas. Getaran gempa tercatat terasa tidak hanya di Polman dan Majene, tetapi juga di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kota Makassar yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari episentrum.
Warga di Polman dan Majene dilaporkan langsung berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Sejumlah bangunan mengalami retakan ringan, namun belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa dari peristiwa ini. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat magnitudonya berada di bawah ambang batas pemicu gelombang laut besar.
Rangkaian Gempa Selat Sunda dan Aktivitas Anak Krakatau
Pada hari yang berdekatan, wilayah Selat Sunda di Banten juga diguncang gempa bermagnitudo 5,3. Gempa ini tidak disertai potensi tsunami, namun terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi sebanyak lima kali dalam beberapa hari terakhir.
Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada level III atau Siaga. PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekat dalam radius tertentu dari kawah aktif. Kombinasi antara aktivitas seismik dan vulkanik di kawasan Selat Sunda ini menjadi perhatian serius, mengingat wilayah tersebut memiliki sejarah bencana besar seperti tsunami 2018 yang dipicu longsoran bawah laut akibat erupsi Anak Krakatau.
Gempa Lain Mengguncang Sorong dan Garut
Selain Sulawesi Barat dan Selat Sunda, sejumlah wilayah lain di Indonesia juga mengalami guncangan gempa dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Sorong, Papua, gempa bermagnitudo 4,5 terjadi pada Selasa pagi (7/7/2026). Guncangan terasa oleh warga setempat, namun belum ada laporan kerusakan berarti dari wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, gempa berkekuatan magnitudo 2,4 tercatat pada Rabu malam (8/7/2026). Meski bermagnitudo relatif kecil, guncangan tetap terasa oleh warga di beberapa kecamatan karena kedalaman pusat gempa yang dangkal. BMKG mencatat episentrum gempa Garut berada di laut, serupa dengan pola gempa-gempa di Sulawesi Barat dan Banten.
Aktivitas Seismik Venezuela Jadi Sorotan Global
Di luar negeri, gempa besar yang melanda Venezuela terus menyita perhatian dunia. Gempa dahsyat di negara Amerika Selatan tersebut mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah signifikan. Otoritas Venezuela telah menggelar pemakaman massal bagi korban yang belum teridentifikasi di Pemakaman La Esperanza, La Guaira. Gereja Katedral Jakarta bahkan menggelar Misa Arwah sebagai bentuk solidaritas bagi korban gempa Venezuela, yang dihadiri oleh umat Katolik di ibu kota.
Peristiwa gempa Venezuela ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana seismik bersifat global dan bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan dini yang cukup. BMKG terus mengimbau masyarakat Indonesia untuk selalu siap menghadapi potensi gempa, mengingat posisi geografis negara ini yang terletak di atas pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG secara konsisten mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama di wilayah Sulawesi Barat yang baru saja mengalami guncangan signifikan. Masyarakat diarahkan untuk menghindari bangunan yang sudah retak atau struktur yang rapuh pasca-gempa. Aplikasi InfoBMKG juga dianjurkan untuk diinstal agar masyarakat mendapatkan informasi gempa terkini secara real-time.
Untuk wilayah Selat Sunda, PVMBG meminta warga yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mematuhi zona larangan masuk. Koordinasi antara BMKG, PVMBG, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi secara terpadu. Masyarakat pesisir di Banten dan Lampung dihimbau untuk tetap mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan.
Rangkaian gempa yang terjadi dalam pekan ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan di Ring of Fire perlu selalu siaga. Edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban dan kerugian material saat bencana gempa terjadi.
Referensi: detikcom, totabuan.news, Tribun-sulbar.com, www.cnnindonesia.com

