HomeGeneralLionel Mpasi, Kiper DR Kongo yang Bikin Inggris Kesulitan di Piala Dunia...

Lionel Mpasi, Kiper DR Kongo yang Bikin Inggris Kesulitan di Piala Dunia 2026

Date:

Related stories

‘The Black Demon: Atlantis’: Syuting Film Hiu di 8.600 Kaki

```html Film thriller hiu "The Black Demon: Atlantis" menyelesaikan proses...

Teleskop Antariksa Jatuh, Pesawat Robotik Siap Menyelamatkan

Berikut artikel yang sudah ditulis ulang sesuai semua quality...

Layanan Robotaxi Tesla Resmi Beroperasi di Miami

Layanan Robotaxi Tesla Resmi Beroperasi di Miami Tesla resmi meluncurkan...

Using Local Coding Agents

**Menggunakan Coding Agent Lokal dengan Tools Open-Source** Mengapa Coding Agent...

Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Hakim PN Jaksel Nilai Penggeledahan Tidak Sah

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang...
spot_imgspot_img

Piala Dunia FIFA 2026 telah memberikan salah satu cerita paling menarik di babak 32 besar. Kiper tim nasional Republik Demokratik Kongo (DR Kongo), Lionel Mpasi, tampil luar biasa dan menjadi buah bibir setelah menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari tim Inggris dalam pertandingan yang berlangsung tegang. Performanya yang konsisten membuat serangan Inggris—yang dipimpin oleh bintang Tottenham Hotspur Harry Kane—berkali-kali menemui kebuntuan.

Partai yang mempertemukan Inggris melawan DR Kongo di fase knockout ini seketika menjadi sorotan dunia sepak bola. Bukan hanya karena perbedaan peringkat FIFA kedua tim, melainkan karena kiprah Mpasi di bawah mistar gawang yang membuat The Three Lions frustrasi. Salah satu momen paling kontroversial terjadi ketika Kane mengklaim seharusnya mendapat tendangan penalti setelah dianggap dilanggar di kotak terlarang, namun wasit Mark Clattenburg menolak permintaan tersebut.

Siapa Lionel Mpasi?

Lionel Mpasi merupakan kiper berpengalaman yang telah menjadi salah satu pilar utama DR Kongo di panggung internasional. Lahir pada 1994, Mpasi membangun kariernya secara bertahap dari liga domestik hingga mendapatkan kesempatan merumput di kancah yang lebih kompetitif. Tingginya yang menjulang memberikan keunggulan dalam menjangkau bola-bola tinggi, sementara refleks cepatnya menjadi modal utama dalam menghadapi tembakan jarak dekat.

Sepanjang kariernya, Mpasi dikenal sebagai tipe kiper yang tenang dan posisional. Ia tidak banyak melakukan gerakan akrobatik yang tidak perlu, namun selalu berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Karakteristik inilah yang membuatnya dipercaya sebagai penjaga gawang utama DR Kongo dalam gelaran Piala Dunia 2026.

Penampilan Spektakuler Melawan Inggris

Pertandingan babak 32 besar antara DR Kongo dan Inggris menjadi panggung pembuktian bagi Mpasi. Sepanjang laga, ia mencatatkan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga skor tetap kompetitif. Tendangan keras dari lini tengah Inggris, sundulan dari situasi bola mati, hingga peluang satu lawan satu—semuanya berhasil diantisipasi dengan baik oleh kiper yang kini menjadi sorotan publik sepak bola global.

Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika Inggris mendapatkan peluang emas melalui kombinasi serangan sayap yang menghasilkan umpan silang rendah ke depan gawang. Mpasi dengan sigap menjatuhkan diri dan menepis bola yang mengarah ke sudut bawah gawang menggunakan ujung jarinya. Aksi tersebut sontak disambut sorak sorai dari pendukung DR Kongo yang hadir di stadion.

Harry Kane, yang menjadi tumpuan serangan Inggris, juga mengalami hari yang sulit. Penyerang yang musim ini produktif di level klub tampak tidak berdaya menghadapi ketenangan Mpasi. Kane beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari berbagai jarak dan sudut, namun semua upahnya berhasil diamankan oleh sang kiper—baik dengan tangkapan langsung maupun tepisan ke luar gawang.

Kontroversi Penalti Kane

Di luar performa cemerlang Mpasi, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi keputusan wasit terkait permintaan penalti dari Inggris. Pada satu insiden, Kane berada di dalam kotak penalti DR Kongo ketika tubuhnya bersentuhan dengan pemain bertahan lawan. Kane langsung merebahkan diri dan menunjuk ke titik penalti, namun wasit Mark Clattenburg—yang dikenal berpengalaman memimpin laga-laga besar—memberikan isyarat untuk melanjutkan permainan.

Keputusan Clattenburg ini memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola. Beberapa analis menilai bahwa memang terjadi kontak fisik yang cukup untuk memberikan penalti, sementara pihak lain berpendapat bahwa Kane lebih banyak inisiatif menjatuhkan diri tanpa adanya pelanggaran yang signifikan. BBC dan FOX Sports sama-sama mengangkat isu ini sebagai salah satu topik diskusi utama pasca-pertandingan.

The Independent dalam laporan langsungnya mencatat bahwa insiden penalti tersebut menjadi salah satu momen paling diperdebatkan di media sosial. Para pendukung Inggris menganggap keputusan wasit merugikan tim mereka, sementara pendukung DR Kongo tentu menyambut keputusan tersebut dengan lega dan merayakan penyelamatan-penyelamatan Mpasi yang tidak kalah menentukan.

Dampak Performa Mpasi bagi DR Kongo

Kiprah Mpasi di Piala Dunia 2026 bukan sekadar cerita individual—ia membawa harapan besar bagi sepak bola DR Kongo secara keseluruhan. Negara yang baru pertama kali tampil di fase knockout Piala Dunia ini membutuhkan stabilitas di setiap lini, dan Mpasi memberikan fondasi yang kokoh dari sektor pertahanan paling belakang. Keyakinannya dalam membaca permainan memungkinkan bek-bek di depannya bermain lebih leluasa tanpa rasa khawatir berlebihan.

Performa Mpasi juga memberikan pesan kuat bahwa tim-tim dari benua Afrika bukan sekadar pelengkap di turnamen sebesar Piala Dunia. Dengan kualitas individu yang terus meningkat dan organisasi tim yang semakin rapi, DR Kongo membuktikan bahwa mereka siap bersaing dengan kekuatan sepak bola mana pun, termasuk negara-negara Eropa dengan tradisi sepak bola yang panjang seperti Inggris.

Karier Klub dan Reputasi Internasional

Sebelum mencuri perhatian di Piala Dunia, Mpasi telah membangun reputasi solid di level klub. Perjalanannya dari liga lokal hingga menjadi kiper pilihan utama di tim nasional mencerminkan dedikasi dan kerja keras yang tidak bisa diukur hanya dari statistik semata. Ia merupakan contoh nyata dari pemain yang berkembang melalui proses panjang, bukan hasil instan.

Bagi DR Kongo, memiliki kiper dengan pengalaman dan kematangan seperti Mpasi menjadi aset yang sangat berharga. Federasi sepak bola negara tersebut kemungkinan besar akan terus mempercayakan pos penjaga gawang kepadanya untuk kompetisi-kompetisi mendatang, termasuk kualifikasi Piala Afrika dan turnamen regional lainnya.

Dunia sepak bola kini mengenal nama Lionel Mpasi dengan lebih baik. Dari kiper yang relatif tidak banyak dibicarakan di luar lingkaran sepak bola Afrika, ia menjelma menjadi salah satu nama yang paling dicari dan diperbincangkan selama Piala Dunia 2026. Bagi Inggris dan Harry Kane, malam itu menjadi pengingat bahwa di panggung terbesar sepak bola, siapa pun bisa menjadi pahlawan—termasuk seorang kiper dari DR Kongo yang bernama Lionel Mpasi.

Referensi: FOX Sports, The Independent, BBC, ca.sports.yahoo.com

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here