Babak 16 besar Piala Dunia 2026 resmi dimulai dini hari ini, Minggu (5/7/2026) WIB. Maroko membuka panggung dengan kemenangan meyakinkan atas tuan rumah Kanada di NRG Stadium, Houston. Laga ini sekaligus menandai fase knockout yang kian ketat, di mana setiap kesalahan bisa berakibat eliminasi.
Maroko Dominasi Kanada Tanpa Ampun
Maroko membuktikan bahwa penampilan mereka di fase grup bukan kebetulan. Menghadapi Kanada yang tampil di depan pendukung sendiri, Atlas Lions menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Skor akhir 2-0 menutup laga dan memastikan tiket perempat final untuk Maroko.
Performa solid lini pertahanan Maroko membuat serangan Kanada tumpul sepanjang laga. Di sisi lain, transisi cepat dari lini tengah ke depan menjadi senjata utama yang berulang kali merepotkan barisan belakang Kanada. Gol-gol yang tercipta hadir dari skema yang terstruktur, bukan sekadar keberuntungan semata.
Kemenangan ini membawa Maroko melaju ke perempat final dan akan menunggu pemenang dari laga Paraguay melawan Prancis. Gillette Stadium menjadi venue selanjutnya bagi Maroko, dan kepercayaan diri skuad Walid Regragui jelas melambung setelah menyingkirkan tuan rumah.
Delapan Laga Spektakuler Menanti
Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan delapan laga yang semuanya berpotensi menghadirkan drama. Setelah Maroko vs Kanada, jadwal dilanjutkan dengan pertandingan-pertandingan besar lainnya mulai 5 hingga 8 Juli 2026.
Paraguay vs Prancis menjadi sorotan berikutnya. Prancis, sebagai salah satu favorit juara, dituntut tampil prima meski menghadapi Paraguay yang juga tampil solid di fase grup. Sementara itu, Brasil vs Norwegia menjanjikan duel antara kekuatan menyerang Selecao melawan disiplin taktis Norwegia.
Meksiko vs Inggris juga tak kalah menarik. El Tri dikenal sebagai tim yang sangat kompetitif di hadapan publik sendiri, sementara Inggris membawa skuad berlapis yang siap tempur. Laga ini diprediksi berlangsung ketat dengan tensi tinggi sejak peluit pertama.
Portugal Vs Spanyol, Laga Puncak Babak 16 Besar
Tak bisa dimungkiri, duel Portugal melawan Spanyol menjadi matchday paling dinanti di babak 16 besar ini. Derby Semenanjung Iberia ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan pembuktian siapa yang layak disebut raja sepak bola Eropa saat ini.
Portugal membawa ambisi besar dengan Cristiano Ronaldo yang masih menunjukkan kelas dunia. Ronaldo, yang kini bermain di Liga Arab, membuktikan bahwa usianya bukan penghalang untuk terus bersaing di level tertinggi. Performanya di fase grup menjadi sinyal bahwa ia masih haus pencapaian di Piala Dunia.
Di kubu Spanyol, La Roja datang dengan gaya permainan tiki-taka yang telah berevolusi. Generasi muda Spanyol seperti Lamine Yamal dan Pedri menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Portugal. Duel di lini tengah antara kedua tim diprediksi menjadi penentu jalannya laga.
Peluang Ronaldo vs Messi di Final
Bagi yang mengikuti perjalanan kedua legenda sepak bola ini, babak 16 besar membuka peluang besar bagi Argentina dan Portugal untuk melaju jauh. Jika keduanya konsisten memenangkan setiap laga, final Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung terakhir pertemuan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Argentinia perlu melewati hadangan di babak 16 besar terlebih dahulu sebelum memikirkan final. Skuad asuhan Lionel Scaloni dikenal tangguh di momen-momen krusial, terutama setelah pengalaman juara di Qatar 2022. Messi, meski usianya sudah 39 tahun, tetap menjadi jantung permainan Argentina.
Sementara itu, mantan rekan setim Ronaldo di Manchester United pernah mengungkapkan bahwa CR7 lebih sering mendapat kritik dibanding Messi bukan tanpa alasan. Perbedaan perlakuan publik terhadap keduanya tetap menjadi topik hangat di kalangan pengamat sepak bola, bahkan di tengah Piala Dunia ini.
Brasil dan Inggris Same-Same Saja
Brasil yang menghadapi Norwegia di babak 16 besar membawa beban sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Ekspektasi tinggi selalu melekat pada Selecao, dan kegagalan di babak ini bisa menjadi pukulan besar bagi sepak bola Brasil.
Inggris, di sisi lain, menatap laga melawan Meksiko dengan percaya diri. The Three Lions memiliki kedalaman skuad yang jarang dimiliki tim lain, dengan pemain-pemain muda berbakat yang bermain di klub-klub top Eropa. Performa Inggris di fase grup menunjukkan konsistensi yang mengesankan.
Dengan bagan 16 besar yang sudah resmi terbentuk, potensi Argentina vs Brasil di perempat final bisa terjadi jika keduanya sama-sama menang. Skenario saling menghancurkan di fase knockout ini membuat Piala Dunia 2026 semakin sulit diprediksi hasilnya.
Referensi: detiksport, Goal.com, Kompas.tv, www.cnnindonesia.com




