Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain di lapangan hijau, tetapi juga bagi sosok yang kini memilih peran baru di belakang layar. Zlatan Ibrahimovic, mantan striker legendaris Swedia, mencuri perhatian publik bukan sebagai pemain, melainkan sebagai analis di kanal olahraga Fox Sports. Gayanya yang blak-blakan kembali menjadi sorotan, terutama ketika ia menyindir Cristiano Ronaldo yang menangis usai Portugal tersingkir dari turnamen.
Sindiran Pedas untuk Ronaldo
Momen emosional Cristiano Ronaldo usai Portugal dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 menjadi berita besar di berbagai media Eropa. La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Ronaldo mengatakan telah memberikan segalanya dan kini akan memikirkan masa depan. Di Madeira, ribuan drone membentuk formasi khusus sebagai penghormatan bagi sang kapten. Namun, tidak semua pihak merespons drama itu dengan simpati.
Ibrahimovic, yang dikenal dengan karakternya yang tanpa filter, langsung memberikan tanggapan yang bikin heboh. Lewat media sosial, ia menyindir Ronaldo yang menangis. Tak lama setelah itu, ia mengunggah foto dirinya yang tampak bahagia dan penuh senyum—sebuah kontras yang jelas dari tangisan sang rival. Unggahan itu sontak viral dan memancing reaksi dari berbagai penjuru dunia sepak bola.
HuffPost Italia bahkan menurunkan analisis berjudul “Lacrima Christiani” yang membahas bagaimana para bintang pun menangis, mungkin bahkan terlalu banyak. Artikel itu secara tidak langsung merujuk pada momen Ronaldo yang tak kuasa membendung air mata di pinggir lapangan ketika wasit meniup peluit panjang. Reuters dan la Repubblica menambahkan konteks bahwa pertandingan Portugal di babak gugur kali ini memang berjalan dramatis, namun bagi Ibrahimovic, respons emosional itu bukan sesuatu yang layak dirayakan.
Peran Baru di Fox Sports
Ibrahimovic memang sudah tidak lagi bermain di level tertinggi sejak pensiun dari dunia profesional. Namun, karismanya tetap membuatnya menjadi sosok yang dicari. Fox Sports merekrutnya sebagai analis untuk cakupan Piala Dunia 2026, dan ia langsung membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar pemanis.
Setelah Amerika Serikat kalah dari Belgia, Ibrahimovic dan rekan analisnya, Thierry Henry, memberikan reaksi yang jujur dan langsung pada inti permasalahan. Menurut laporan FOX Sports, Ibrahimovic menilai permainan AS kurang berani dan terlalu bergantung pada momen individu. Penilaiannya yang singkat namun tajam itu mencerminkan gaya analisisnya: tidak bertele-tele, langsung menusuk ke pokok persoalan.
Yang menarik, Ibrahimovic juga tidak ragu menyoroti kelemahan bintang lain. Ketika Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan Argentina, Ibrahimovic memanfaatkannya untuk “menyindir” Alexi Lalas, mantan bek AS yang kerap mengkritik pemain Eropa. Momen itu kembali menunjukkan bagaimana Ibrahimovic menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian di studio Fox Sports, bahkan ketika ia tidak berada di lapangan.
Pujian Tulus untuk Messi
Di balik sikap provokatifnya terhadap Ronaldo, Ibrahimovic menyimpan rasa hormat yang tinggi terhadap Lionel Messi. Goal.com Indonesia melaporkan bahwa setelah Argentina mengalahkan Mesir 3-2 dalam laga sengit babak 16 besar, Ibrahimovic menyampaikan belasungkawa kepada para “pembenci Messi” dan memberikan pesan khusus untuk Ronaldo.
Bagi Ibrahimovic, Messi di usia 39 tahun masih menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. MARCA menambahkan bahwa Ibrahimovic terkesan dengan cara Messi membaca permainan dan mendistribusikan bola, bahkan ketika fisiknya tidak lagi seperti dekade sebelumnya. Bagi mantan penyerang AC Milan dan PSG itu, konsistensi Messi melampaui usia dan ekspektasi.
Pujian ini juga menjadi sinyal bagaimana Ibrahimovic memposisikan dirinya dalam perdebatan klasik Messi vs Ronaldo. Jika selama ini banyak yang menempatkan keduanya sebagai rival setara, Ibrahimovic secara terbuka mengatakan bahwa pada Piala Dunia 2026, Messi masih satu level di atas Ronaldo dalam hal dampak di lapangan.
Reaksi Dunia Maya
Komentar-komentar Ibrahimovic langsung membanjiri lini masa. Para pendukung Ronaldo merasa tersinggung, sementara fans Messi dan pendukung netral menganggap sindiran itu sebagai hiburan yang menyegarkan di tengah ketegangan turnamen. Tagar terkait Ibrahimovic dan Ronaldo sempat menjadi trending topic di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya tentang sepak bola di atas rumput, tetapi juga narasi di luar lapangan. Sosok-sosok seperti Ibrahimovic, yang memilih menjadi analis alih-alih pensiun sepenuhnya dari sorotan lampu, memberikan dimensi tambahan bagi penggemar yang haus drama dan opini.
Bagi Fox Sports, kehadiran Ibrahimovic terbukti menjadi aset berharga. Rating program analisis mereka naik signifikan selama turnamen berlangsung, dan segmen yang menampilkan komentar kontroversialnya selalu menjadi yang paling banyak ditonton ulang di platform digital. Ibrahimovic membuktikan bahwa karisma seorang bintang tidak hilang begitu peluit pensiun ditiupkan—ia hanya berubah bentuk.
Referensi: La Gazzetta dello Sport, HuffPost Italia, la Repubblica, inet.detik.com

